Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer. Foto : AFP.
Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer. Foto : AFP.

Kepala Perdagangan Era Trump Minta Biden Pertahankan Tarif Dagang ke Tiongkok

Ekonomi joe biden donald trump Perang dagang
Arif Wicaksono • 12 Januari 2021 13:33
Washington: Kepala Perdagangan era Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Presiden terpilih Joe Biden untuk mempertahankan tarif yang dikenakan pada Tiongkok dengan alasan bahwa mereka telah mengubah keseimbangan kekuasaan untuk kepentingan Washington.
 
Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer membela taktik administrasi Trump untuk memberlakukan tarif pada ratusan miliar dolar barang-barang Tiongkok mulai 2018.
 
"Kami mengubah cara orang berpikir tentang Tiongkok," kata Lighthizer, arsitek kebijakan tarif yang menurutnya menguntungkan pekerja Amerika, meskipun beberapa ekonom tidak setuju dikutip dari Channel News Asia, Selasa, 12 Januari 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami mengubah cara orang berpikir tentang perdagangan, dan kami mengubah cara modelnya. Harapan saya adalah itu akan terus berlanjut," katanya.
 
Lighthizer memperingatkan Washington agar tidak kembali ke kebijakan tahun 1990-an, yang menurutnya terlalu berfokus pada dialog dengan Beijing yang  hanya membuang-buang waktu.
 
Trump berkampanye untuk menutup defisit perdagangan AS yang menganga dengan Tiongko sekaligus mengutuk praktik perdagangan dan subsidi Beijing yang tidak adil, dan menuduh negara itu memaksa perusahaan asing untuk menyerahkan teknologi mereka untuk melakukan bisnis di sana.
 
Pertempuran perdagangan berikutnya mengguncang pasar global, menciptakan ketidakpastian dan mengurangi perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
 
Menghadapi bea masuk tambahan senilai USD370 miliar yang disebabkan oleh tarif tersebut, Tiongkok menandatangani perjanjian awal tahun lalu yang mewajibkan untuk membeli tambahan barang dan jasa AS senilai USD200 miliar, membuka pasar keuangannya dan mengurangi tekanan pada perusahaan-perusahaan AS.
 
Terlepas dari ekspektasi beberapa analis, kampanye tersebut tidak menimbulkan bencana ekonomi, dengan konsekuensi utama bagi AS adalah kenaikan harga produk impor Tiongkok.
 
Sementara itu, Biden, yang akan menjabat minggu depan, mengatakan dia tidak berencana untuk segera mengubah kebijakan perdagangan AS di Tiongkok. 

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif