Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Malaysia Diramal Kembali Naikkan Suku Bunga di Juli dan September

Antara • 04 Juli 2022 13:03
Bengaluru: Jajak pendapat menunjukkan bank sentral Malaysia akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, kenaikan pertama berturut-turut dalam lebih dari satu dekade. Hal itu untuk mengendalikan inflasi yang sebagian berasal dari ringgit yang melemah karena Federal Reserve AS menaikkan suku bunga secara agresif.
 
Mengutip Antara, Senin, 4 Juli 2022, Bank Negara Malaysia (BNM), meskipun menghadapi inflasi yang rendah dibandingkan dengan banyak ekonomi lainnya, secara tak terduga menaikkan suku bunga kebijakan overnight sebesar 25 basis poin menjadi 2,00 persen pada pertemuan Mei.
 
Semua 22 ekonom dalam jajak pendapat 27 Juni-1 Juli memperkirakan suku bunga akan naik lagi 25 basis poin menjadi 2,25 persen pada pertemuan 6 Juli. Bank sentral terakhir menaikkan suku bunga dua kali berturut-turut pada pertengahan 2010.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, BNM yang mengatakan akan mengambil langkah terukur dan bertahap, diperkirakan melambat ketimbang rekan-rekan global lainnya.
 
Sebagian kecil responden survei, 12 dari 22, memperkirakan kenaikan 25 basis poin lagi pada September menjadi 2,50 persen, sedangkan 10 sisanya memperkirakan tidak ada perubahan setelah kenaikan Juli. Bagaimanapun juga, lebih banyak kenaikan suku bunga pasti akan datang.
Baca: Bank Sentral Tiongkok Perlu Pertahankan Opsi untuk Pangkas Suku Bunga

"BNM akan memperhatikan potensi tekanan kenaikan inflasi yang berasal dari kenaikan upah minimum baru-baru ini, penyesuaian ke atas dalam plafon harga untuk produk makanan tertentu, dan kenaikan inflasi tarikan permintaan di belakang pembukaan kembali ekonomi," kata Ekonom Asia Morgan Stanley Derrick Kam.
 
Inflasi naik menjadi 2,8 persen pada Mei dari 2,3 persen pada April. Ringgit Malaysia melemah pada kuartal terakhir dan telah melemah hampir 6,0 persen sepanjang tahun ini, meningkatkan prospek tekanan inflasi impor.
 
"Ringgit Malaysia telah jatuh terhadap greenback karena kenaikan suku bunga agresif oleh Federal Reserve AS, dan menaikkan suku bunga kebijakan overnight akan membantu menopang mata uang dengan mempertahankan perbedaan suku bunga," kata Ekonom Moody's Analytics Denise Cheok.
 
Untuk pertemuan November, 12 dari 22 analis dalam jajak pendapat memperkirakan tingkat suku bunga di 2,50 persen, delapan mengatakan 2,75% sementara dua mengatakan 2,25 persen.
 
Perkiraan median dari jajak pendapat juga memperkirakan kenaikan 25 basis poin di masing-masing dua kuartal pertama 2023. Untuk kuartal pertama 2023, sembilan dari 20 ekonom memperkirakan suku bunga akan naik menjadi 2,75 persen, enam memperkirakan 3,00 persen sementara lima mengatakan 2,50 persen.
 
Suku bunga acuan diperkirakan akan mencapai tingkat pra-pandemi sebesar 3,00 persen pada kuartal kedua tahun depan. Sekitar separuh responden, sembilan dari 19 responden memprediksi kenaikan menjadi 3,00 persen, enam mengatakan 2,75 persen, tiga mengatakan 2,50 persen dan satu mengatakan 3,25 persen.
 
BNM pada pertemuan Mei mempertahankan perkiraan pertumbuhan ekonomi 2022 antara 5,3 persen-6,3 persen dan proyeksi inflasi utama tetap antara 2,2 persen-3,2 persen tahun ini.
 
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif