Mata uang Dolar AS. Foto : MI.
Mata uang Dolar AS. Foto : MI.

Sinyal Kenaikan Suku Bunga Melambat, Dolar AS Kembali Tergelincir

Antara • 03 Desember 2022 08:48
New York: Dolar AS tergelincir terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena pelaku pasar mencerna data penggajian non-pertanian AS terbaru dan setelah seorang pejabat Federal Reserve mengatakan kenaikan suku bunga kemungkinan akan melambat.
 
baca juga:
 
Dolar AS Jatuh Imbas Data Inflasi AS

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,18 persen menjadi 104,5460. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,0537 dari USD1,0522 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris meningkat menjadi USD1,2289 dari USD1,2257 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar AS dibeli 134,47 yen Jepang, lebih rendah dari 135,24 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9377 franc Swiss dari 0,9367 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3463 dolar Kanada dari 1,3427 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,3254 krona Swedia dari 10,3088 krona Swedia.
 
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pemberi kerja negara itu menambahkan 263.000 pekerjaan pada November, turun dari revisi naik Oktober 284.000, tetapi lebih tinggi dari perkiraan konsensus 200.000. Tingkat pengangguran tidak berubah pada 3,7 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kenaikan data gaji yang solid lainnya, tetapi satu bulan lagi dengan pekerjaan yang ditambahkan lebih sedikit dari bulan sebelumnya,"  Kepala Ekonom FHN Financial Chris Low dikutip dari Antara, Sabtu, 3 Desember 2022.
 
“Artinya, tidak ada alasan untuk lebih agresif dalam menaikkan suku bunga, tapi juga tidak ada alasan untuk berhenti mendaki juga.” jelas dia.
 
"Perekrutan yang lebih kuat dari perkiraan dapat memberi Fed lebih banyak waktu untuk tetap agresif," kata Analis Pasar Senior Convera di Washington Joe Manimbo.
 
Sementara itu, Presiden Fed Chicago Charles Evans mengatakan bahwa laju kenaikan suku bunga kemungkinan akan melambat, tetapi menambahkan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan perlu menaikkan biaya pinjaman ke puncak sedikit lebih tinggi daripada yang diperkirakan dalam perkiraan mulai September.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif