Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Emas Dunia Kinclong Usai The Fed Diramal Perlambat Kenaikan Suku Bunga

Antara • 12 Januari 2023 07:27
Chicago: Harga emas dunia naik pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), berbalik menguat dari kerugian sesi sebelumnya menjadi bertengger di level tertinggi delapan bulan. Hal itu terjadi di tengah spekulasi laporan inflasi AS yang akan dirilis dalam 24 jam ke depan akan mendorong The Fed memperlambat kenaikan suku bunganya.
 
Mengutip Antara, Kamis, 12 Januari 2023, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari di Divisi Comex New York Exchange terkerek USD2,40 atau 0,13 persen menjadi USD1.878,90 per ons, setelah diperdagangkan mencapai level tertinggi sesi di USD1.890,90 dan terendah sesi di USD1.870,90.
 
Emas berjangka merosot USD1,30 atau 0,07 persen menjadi USD1.876,50 pada Selasa, 10 Januari, setelah terangkat sebanyak USD8,10 atau 0,43 persen menjadi USD1.877,80 pada Senin, 9 Januari, dan melonjak sebanyak USD29,10 atau 1,58 persen menjadi USD1.869,70 pada Jumat, 6 Januari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kontrak berjangka emas pada Rabu, 11 Januari, ditutup pada penyelesaian tertinggi sejak 6 Mei, dan telah meningkat sekitar 3,0 persen sejak awal tahun, memperpanjang kenaikan hampir 4,0 persen dari Desember dan reli 7,0 persen dari November.
Baca: Penerapan Pajak Natura Dinilai Berdampak Positif

Reli emas bertepatan dengan kenaikan saham di Wall Street karena para pedagang di seluruh pasar bertaruh pada penurunan angka inflasi yang cukup besar dari laporan Indeks Harga Konsumen (IHK) AS yang akan dirilis pada Kamis waktu setempat.
 
Pembacaan IHK Desember akan menentukan apakah Federal Reserve akan terus menurunkan kenaikan suku bunganya pada pertemuan kebijakan 1 Februari. Para pedagang memperkirakan nada kurang hawkish dari Federal Reserve dalam kebijakan moneternya.
 
Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret turun sebanyak 18,4 sen atau 0,78 persen, menjadi USD23,481 per ons. Kemudian platinum untuk pengiriman April merosot sebanyak USD4,2 atau 0,39 persen, menjadi USD1.084,30 per ons.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif