Yellen dalam National Association for Business Economics, mengatakan, Komite Keuangan Senat sedang melihat tarif pajak perusahaan minimum luar negeri yang sedikit lebih tinggi dari 16,5 persen.
"Kita lihat saja nanti di mana, tapi harapan saya adalah ketika rekonsiliasi (legislasi) disahkan, kita akan mematuhi rezim ini, dan kita sedang mencari kesepakatan politik yang akan dicapai pada KTT G20 di akhir Oktober, dan kemudian negara-negara akan segera menerapkannya," kata Yellen dilansir Antara, Rabu, 29 September 2021.
Sekitar 134 negara setuju untuk mendukung pajak minimum global setidaknya di 15 persen, tetapi Irlandia dengan pajaknya rendah menunda dukungannya untuk kesepakatan itu sembari menanti apakah Kongres AS menerima usulan kenaikan pajak pada perusahaan dan orang kaya Amerika seperti yag diusulkan yang diusulkan pemerintah Biden.
Yellen mengatakan dia optimistis bahwa Irlandia dan negara-negara Eropa lainnya pada akhirnya akan bergabung dengan kesepakatan pajak Organisasi untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Irlandia selama bertahun-tahun memiliki tarif pajak perusahaan 12,5 persen yang telah menarik investasi dari perusahaan multinasional besar AS seperti induk perusahaan Google, Alphabet Inc, dan Apple Inc.
"Saya pikir mereka menganggap ini sebagai pertanyaan eksistensial, tetapi saya percaya pada akhirnya bahwa mereka akan datang menyetujui ini," kata Yellen.
"Ada beberapa ketidaksepakatan lainnya, Estonia dan Hongaria, dan kami benar-benar bekerja keras untuk menemukan cara untuk membawa mereka, jadi saya sangat optimistis ini akan selesai," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News