Ilustrasi/Medcom.id
Ilustrasi/Medcom.id

Newsline

Kenya Berjaya di Perdagangan Mata Uang Kripto, Layanan Spa pun Pakai Bitcoin

MetroTV • 23 September 2021 11:17
Nairobi: Perusahaan perangkat lunak Chainalysis melaporkan para pengguna internet di Kenya menduduki posisi teratas sebagai pedagang mata uang kripto peer to peer (P2P). Warga di negara yang terletak di timur Afrika ini meyakini kripto sebagai mata uang digital terdesentralisasi.
 
Chief Executive Officer (CEO) Healthland Spa di Kenya, Tony Mwongera, menjelaskan rata-rata layanan spa di Kenya memakan biaya sebesar 30 dollar dengan menggunakan pembayaran Bitcoin. Ia menambahkan mata uang ini terbukti menjadi alat pembayaran yang populer.
 
"Banyak pelanggan melihat kami menerima Bitcoin yang adalah bentuk pembayaran modern dan mereka memutuskan untuk datang. Bitcoin terjamin dan sangat nyaman,” kata Tony dalam tayangan Newsline Bisnis Metro TV pada Rabu, 22 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pendiri BitcoinKE, David Gitonga, pun menyatakan platform BitcoinKE sukses dikunjungi rata-rata 70 ribu warga setiap harinya. Selain memfasilitasi perdagangan mata uang kripto, organisasi ini juga mendidik para pengguna tentang teknologi blockchain.
 
“Di Kenya, P2P sungguh adalah cara termudah bagi orang untuk masuk ke mata uang kripto. Jadi, kini tidak ada pertukaran terpusat,” jelas David.
 
Namun, platform fintech terbesar di Afrika, M-PESA Afrika, menerangkan tidak terdapat aturan dari Otoritas Pusat Kenya terkait hal ini. Bahkan sebelumnya, Bank Sentral Kenya menegaskan mata uang kripto bukan sebagai alat pembayaran yang sah di Kenya.
 
"Sulit bagi Kenya untuk memiliki saluran formal mengakses mata uang kripto. Ini telah menciptakan proliferasi hal-hal seperti penipuan mata uang kripto,” kata Analis Blockchain M-PESA Afrika, Michael Kimani. (Nadia Ayu)

 
(UWA)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif