Langkah ini bertujuan mendorong setiap rumah tangga agar mampu melakukan upaya penyelamatan mandiri, mengingat adanya kemungkinan bantuan dari pemerintah mengalami keterlambatan tepat setelah bencana terjadi.
Menteri Penanggulangan Bencana, Goshi Hosono, menyatakan rencananya untuk mengeluarkan "imbauan mendesak" kepada masyarakat agar memperkuat kesiapsiagaan bencana pada tanggal 2 bulan depan, bertepatan dengan peluncuran badan penanggulangan bencana yang baru—demikian dilaporkan oleh FNN, afiliasi dari Fuji TV Jepang, pada tanggal 27. Imbauan ini juga akan disampaikan kepada kementerian-kementerian pemerintah pusat dan seluruh pemerintah prefektur.
"Setidaknya Tiga Hari, Jika Bisa Satu Minggu" dikutip dari Seoul News.
Dalam sebuah program daring di Fuji TV, Hosono mengatakan ingin menyarankan agar masyarakat menyiapkan persediaan setidaknya untuk tiga hari, atau jika memungkinkan, untuk satu minggu.
"Mohon siapkan cukup makanan, perlengkapan sanitasi, dan air di rumah agar Anda tetap dapat bertahan meski tanpa bantuan langsung dari pemerintah." tegas dia.
Bencana yang diantisipasi oleh pemerintah Jepang mencakup gempa bumi dahsyat di sepanjang Palung Nankai, gempa bumi yang berpusat tepat di bawah ibu kota, gempa bumi besar di sekitar Palung Kuril dan Palung Jepang, serta letusan Gunung Fuji.
Jika bencana berskala besar semacam itu terjadi, infrastruktur vital seperti jalan raya dan jaringan komunikasi dapat mengalami kerusakan, sehingga bantuan dari luar mungkin tidak dapat tiba tepat waktu. Oleh karena itu, warga perlu memiliki persediaan darurat agar dapat bertahan hidup sampai tim penyelamat tiba.
Hosono juga menyebutkan bahwa perbaikan kondisi di tempat pengungsian merupakan prioritas utama. Rencana tersebut mencakup penyediaan fasilitas dasar yang lebih memadai, seperti toilet, makanan hangat, tempat tidur, dan fasilitas untuk mandi, guna meringankan beban para korban bencana.
Inggris Juga Menyarankan Penyediaan Kebutuhan Darurat
Pemerintah Inggris pun telah memberikan saran serupa kepada warganya untuk menyiapkan kebutuhan darurat yang cukup setidaknya untuk tiga hari. Kantor Kabinet Inggris meluncurkan kampanye bertajuk "Be Ready" (Bersiaplah) pada tanggal 22, yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam merespons situasi darurat.Tujuannya adalah agar setiap rumah tangga mampu bertahan setidaknya selama 72 jam, bahkan jika layanan penting, seperti listrik, air, dan telekomunikasi yang terputus akibat cuaca ekstrem (termasuk badai dan hujan lebat) maupun serangan siber.
Perlengkapan darurat yang disarankan oleh pemerintah Inggris mencakup tiga liter air minum per orang setiap harinya, serta makanan yang dapat dikonsumsi tanpa perlu dimasak. Daftar tersebut juga mencakup senter, baterai cadangan, pengisi daya portabel (power bank), radio, dan uang tunai.
Meski demikian, pemerintah menyatakan bahwa tidak perlu membeli seluruh perlengkapan darurat tersebut sekaligus. Masyarakat disarankan untuk mengumpulkan persediaan secara bertahap, dengan menambahkan beberapa barang yang diperlukan saat berbelanja kebutuhan sehari-hari.