Kapal Tondano. Foto: Kapal
Kapal Tondano. Foto: Kapal

Indonesia, Jepang, dan Filipina Latihan Jaga Laut di Bitung

Citra Larasati • 13 Oktober 2026 15:41
Ringkasnya gini..
  • Indonesia, Jepang, dan Filipina gelar latihan gabungan MARPOLEX 2026 atasi tumpahan minyak di Bitung, Sulawesi Utara.
  • OSCT Indonesia turunkan 200 personel ahli dan 40 ribu meter oil boom untuk pastikan simulasi maritim berjalan mulus.
  • Latihan masif ini menjadi bukti kesiapsiagaan lintas negara dalam menjaga ekosistem laut dari ancaman pencemaran.
Jakarta: Ancaman pencemaran laut tak pernah mengenal batas teritorial negara. Sadar akan hal itu, Indonesia, Filipina, dan Jepang unjuk gigi menggelar latihan gabungan berskala masif untuk menguji kesiapsiagaan armada laut mereka.

Bertajuk Regional Marine Pollution Exercise (MARPOLEX) 2026, ajang simulasi penanggulangan tumpahan minyak ini sukses menggetarkan perairan Bitung, Sulawesi Utara, pada 8–12 Oktober 2026. Sebagai tuan rumah, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut memimpin langsung jalannya latihan kolaboratif ini, bersanding dengan ketangguhan Penjaga Pantai Filipina (Philippine Coast Guard) dan Penjaga Pantai Jepang (Japan Coast Guard).

Di balik manuver epik antarnegara ini, PT OSCT Indonesia hadir memberikan dukungan operasional penuh, berkolaborasi dengan Pelindo dan Ditjen Hubla. Bagi OSCT Indonesia, ajang MARPOLEX bukan sekadar seremonial.

Latihan gabungan ini menjadi arena esensial untuk menguji nyali, memoles kemampuan taktis lapangan, dan saling bertukar insight dengan para penjaga samudra dari berbagai negara. Untuk memastikan simulasi penanggulangan berjalan serealistis mungkin, OSCT Indonesia tidak main-main.

Pusat penanggulangan tumpahan minyak terbesar di Asia ini menerjunkan lebih dari 200 personel terlatih dan menyiagakan 40.000 meter oil boom, benteng penghalang minyak yang jika dibentangkan mampu melindungi puluhan kilometer wilayah permukaan laut.

"Kami mendukung penuh MARPOLEX 2026 agar berjalan dengan aman, tertib, dan tanpa kecelakaan," ujar Presiden Direktur PT OSCT Indonesia, Mayor Jenderal (Purn.) Kukuh Surya Sigit Sentosa. 
 
Simulasi maritim lintasnegara ini menjadi investasi jangka panjang yang krusial. Ketika insiden lingkungan atau kebocoran minyak sungguhan mengancam kawasan perairan, respons yang solid tak lagi hanya bertumpu pada satu negara, melainkan gerak cepat bersama pihak-pihak yang telah ditempa lewat latihan gabungan semacam ini.

Melalui komitmen siaga 24/7, kesiapan armada, dan ratusan ahli mumpuni, OSCT Indonesia kembali menegaskan posisinya. Siap, terlatih, dan selalu hadir untuk melindungi laut Nusantara.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan