| Baca juga: Donald Trump Jadi Sorotan, Ratusan Jurnalis Dorong Aksi Protes di Acara Pers Gedung Putih |
Dikutip dari WLFX, Presiden AS, Donald Trump, melalui platform Truth Social menyampaikan ia memperpanjang tenggat gencatan senjata. Keputusan ini diambil sembari menanti proposal resmi dari pihak Iran.
Dalam pernyataannya, Trump menegaskan blokade tetap diberlakukan dan gencatan senjata hanya akan berlangsung hingga Iran mengajukan proposal dan proses negosiasi mencapai titik akhir.
Ketidakjelasan arah pembicaraan ini turut memicu sentimen negatif di pasar keuangan. Wall Street kembali mengalami tekanan seiring meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Situasi semakin rumit setelah Iran memberikan sinyal yang berubah-ubah. Awalnya, Teheran menyampaikan kepada mediator di Pakistan bahwa mereka akan mengirim tim negosiasi ke Islamabad. Namun, pernyataan itu kemudian dikoreksi oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran yang menyebut keputusan tersebut belum final.
Di sisi lain, Wakil Presiden AS JD Vance, yang sebelumnya memimpin putaran awal negosiasi, membatalkan kunjungan ke Pakistan. Ia memilih tetap berada di Washington untuk menghadiri agenda kebijakan di Gedung Putih.
Menariknya, hanya beberapa jam sebelum pengumuman tersebut, Trump sempat menyatakan kepada CNBC bahwa ia tidak berencana memperpanjang gencatan senjata menunjukkan adanya dinamika cepat dalam pengambilan keputusan di Gedung Putih.
Sementara itu, tekanan terhadap Iran tetap berlanjut. Pemerintah AS menegaskan bahwa blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan tetap diberlakukan hingga proses negosiasi benar-benar rampung.
Dampaknya terasa signifikan di jalur energi global. Selat Hormuz, salah satu rute vital pengiriman minyak dunia, dilaporkan masih berada dalam kondisi praktis tertutup menambah kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News