Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Defisit Transaksi Berjalan AS Tembus Rekor Tertinggi di Kuartal I

Angga Bratadharma • 25 Juni 2022 12:02
New York: Defisit transaksi berjalan Amerika Serikat (AS) melonjak ke rekor tertinggi pada kuartal pertama 2022 di tengah lonjakan impor barang. Hal itu terjadi karena bisnis mengisi kembali persediaan untuk memenuhi permintaan domestik yang kuat.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 25 Juni 2022, Departemen Perdagangan AS mengatakan, defisit transaksi berjalan, yang mengukur aliran barang, jasa dan investasi masuk dan keluar dari negara itu, meningkat 29,6 persen ke level tertinggi sepanjang masa sebesar USD291,4 miliar pada kuartal terakhir. Ekonom yang disurvei memperkirakan defisit USD273,5 miliar.
 
Kesenjangan transaksi berjalan mewakili 4,8 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Itu adalah defisit terbesar sejak kuartal ketiga 2008, dan naik dari 3,7 persen pada kuartal Oktober-Desember 2021. Defisit memuncak pada 6,3 persen dari PDB pada kuartal keempat 2005.
 
Baca: Mengapa Beli Minyak Goreng Curah Harus Pakai PeduliLindungi?

Amerika Serikat sekarang menjadi pengekspor bersih minyak mentah dan bahan bakar. Mengingat status greenback sebagai mata uang cadangan dunia, kekurangan besar tidak menjadi masalah bagi Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Impor barang meningkat USD71,1 miliar ke rekor USD829,7 miliar, mencerminkan kenaikan luas pada barang konsumsi, perlengkapan, bahan industri, serta barang modal. Ekspor barang naik USD13,9 miliar menjadi USD487,4 miliar, juga merupakan rekor tertinggi. Mereka didorong oleh pengiriman pasokan dan bahan industri, sebagian besar minyak bumi dan produk.

Rekor defisit perdagangan

Rekor defisit perdagangan membantu menenggelamkan PDB pada kuartal pertama, yang turun pada tingkat tahunan 1,5 persen. Penerimaan pendapatan primer meningkat USD7,1 miliar menjadi USD278,6 miliar, dan pembayaran pendapatan utama naik USD10,7 miliar menjadi USD245,2 miliar.
 
Peningkatan tersebut sebagian besar mencerminkan peningkatan pendapatan investasi portofolio, terutama efek ekuitas dan bunga atas efek utang jangka panjang. Penerimaan pendapatan sekunder naik USD0,5 miliar menjadi USD43,6 miliar, didorong oleh peningkatan transfer pemerintah secara umum, sebagian besar pajak atas pendapatan dan kekayaan.
 
Pembayaran pendapatan sekunder naik USD4,7 miliar menjadi USD84,7 miliar, mencerminkan peningkatan dalam transfer umum pemerintah, sebagian besar kerja sama internasional, dan dalam transfer swasta, sebagian besar transfer terkait asuransi.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif