Ilustrasi aktivitas di bursa saham AS - - Foto: dok AFP
Ilustrasi aktivitas di bursa saham AS - - Foto: dok AFP

Wall Street Terpukul, Nasdaq Jatuh 4%

Ekonomi Saham Bursa Saham Wall Street suku bunga The Fed Nasdaq
Antara • 10 Mei 2022 07:04
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street turun tajam pada akhir penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB).
 
Indeks S&P 500 berakhir di bawah 4.000 untuk pertama kalinya sejak akhir Maret 2021 dan Nasdaq turun lebih dari empat persen imbas kekhawatiran akan kenaikan suku bunga Fed.
 
Mengutip Antara, Selasa, 10 Mei 2022, indeks Dow Jones Industrial Average terperosok 653,67 poin atau 1,99 persen menjadi 32.245,70. Indeks S&P 500 kehilangan 132,10 poin atau 3,20 persen menjadi 3.991,24. Indeks Komposit Nasdaq ditutup anjlok 521,41 poin atau 4,29 persen menjadi 11.623,25.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepuluh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor energi dan real estat masing-masing terpuruk 8,3 persen dan 4,62 persen. Sementara itu, sektor pokok konsumen naik tipis 0,05 persen, merupakan satu-satunya kelompok yang naik
 
Volume transaksi di bursa AS mencapai 15,29 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 12,34 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.
 
Adapun Nasdaq ditutup pada level terendah sejak November 2020. Saham Apple anjlok 3,3 persen dan merupakan bobot terbesar di Nasdaq dan S&P 500. Microsoft Corp tergelincir 3,7 persen dan Tesla Inc terpental 9,1 persen.
 
Investor khawatir tentang seberapa agresif Federal Reserve perlu menjinakkan inflasi. Bank sentral AS pekan lalu menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin. Imbal hasil obligasi pemerintah 10-tahun AS yang menjadi acuan mencapai level tertinggi sejak November 2018 sebelum turun pada Senin kemarin
 
"Pasar sedang mencerna awal kembalinya lingkungan kebijakan moneter yang lebih normal," kata kepala strategi pasar global Kristina Hooper.

 
Investor juga mengkhawatirkan perlambatan ekonomi Tiongkok menyusul meningkatnya kasus virus korona baru-baru ini sehingga perlu bersiap untuk volatilitas lanjutan.
 
Di antara yang paling terpukul dalam aksi jual baru-baru ini adalah saham-saham teknologi dan pertumbuhan, yang penilaiannya lebih bergantung pada arus kas masa depan. Misalnya, saham Twitter Inc turun lebih dari 3,0 persen karena Hindenburg Research mengambil posisi short pada saham perusahaan media sosial tersebut.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif