Foto: AFP.
Foto: AFP.

Harga Emas Dunia Masih Berkilau

Ekonomi Harga Emas
Antara • 30 Juli 2020 07:57
Chicago: Harga emas dunia kian perkasa, memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Penguatan terjadi setelah Federal Reserve AS berjanji untuk mempertahankan suku bunga mendekati nol persen ketika kasus virus korona mengingkat cepat sehingga mengurangi harapan pemulihan ekonomi.
 
Mengutip Antara, Kamis, 30 Juli 2020, harga kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Mercantile Exchange naik lagi USD8,8 atau 0,45 persen menjadi USD1.953,40 per ons pada Rabu, 29 Juli. Emas berjangka terangkat USD13,6 atau 0,7 persen menjadi USD1.944,6 pada Selasa, 28 Juli.
 
Emas berjangka juga berhasil menembus level psikologis USD1.900, melonjak USD33,5 atau 1,77 persen menjadi USD1.931 pada Senin, 27 Juli. Serta naik USD7,5 atau 0,4 persen menjadi USD1.897,5 pada Jumat, 24 Juli, setelah menguat berturut-turut lima hari sebelumnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September naik 2,1 sen atau 0,09 persen menjadi USD24,321 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober jatuh USD27,7 atau 2,81 persen menjadi USD958,5 per ons.
 
Emas telah mencetak kenaikan untuk sesi kesembilan berturut-turut dan bertengger di level tertinggi baru dalam sejarah. Faktor penyebabnya karena pasar memperkirakan nada dovish dari pertemuan dua hari Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang berakhir.
 
Federal Reserve memenuhi ekspektasi pasar. Bank sentral mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa pandemi covid-19 tetap menjadi ancaman bagi ekonomi dalam jangka menengah. Pihaknya akan mempertahankan suku bunga rendah sampai yakin bahwa ekonomi telah melewati peristiwa-peristiwa buruk baru-baru ini dan berada di jalur untuk mencapai target maksimum dan stabilitas harga.
 
Indeks dolar AS yang lebih lemah juga memberikan dukungan tambahan bagi emas. Karena jumlah kasus baru covid-19 di AS terus meningkat, pemerintah-pemerintah daerah dan negara bagian merespons dengan memberlakukan penguncian baru, atau menerapkan penguncian kembali, yang mengakibatkan penurunan kegiatan ekonomi di seluruh negeri.
 
Para analis pasar berpendapat bahwa prospek logam mulia tetap bullish karena penyebaran pandemi. Serta memperingatkan bahwa gelombang kedua yang terjadi pada musim gugur belum menghantam Amerika Serikat.
 
Paket-paket stimulus besar-besaran untuk membantu ekonomi yang terhuyung-huyung di seluruh dunia akibat pandemi dan lingkungan suku bunga rendah telah membantu mendorong harga emas naik hampir 30 persen sejauh ini.
 
"Fundamental untuk emas tidak pernah lebih baik. Anda memiliki banyak orang yang memperdagangkan emas jangka pendek sekarang, jadi kita akan mendapatkan beberapa kemunduran hanya pada apa yang saya anggap sebagai aksi ambil untung sederhana karena ini merupakan tahun berjalan yang luar biasa," ujar Pendiri Circle Squared Alternative InvestmentsJeffrey Sica.
 

(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif