Analis Dupoin Futures Indonesia, Geraldo Kofit, melihat harga emas (XAU/USD) berpotensi mengalami pemulihan setelah sebelumnya tertekan cukup dalam oleh penguatan dolar Amerika
Serikat.
Menurutnya, kondisi pasar saat ini mulai mengarah pada skenario pembalikan arah (reversal), yang membuka peluang penguatan kembali bagi logam mulia di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.
| Baca juga: Harga Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Simak Daftar Terbarunya! |
Dari sisi teknikal, berdasarkan grafik timeframe satu jam (H1), terlihat adanya perubahan struktur harga. Meskipun tren jangka pendek sebelumnya cenderung melemah setelah penembusan area support harian, saat ini harga emas mulai menunjukkan stabilisasi.
“Pergerakan harga mulai membentuk base area atau konsolidasi di level bawah, yang secara teknikal sering menjadi fondasi sebelum terjadi kenaikan lanjutan,” ujar Geraldo dalam risetnya.
Kondisi ini membuka peluang bagi logam mulia untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Target kenaikan terdekat diperkirakan berada di area resistance 4633.24, dengan potensi lanjutan menuju 4657.46 apabila momentum bullish tetap terjaga.
Namun demikian, level support di 4574.31 dan 4555.30 tetap menjadi area krusial yang harus dipertahankan agar skenario penguatan tetap valid. Penembusan ke bawah level tersebut dapat mengubah arah pergerakan kembali ke tekanan jual.
Fundamental Penguatan Logam Mulia
Dari sisi fundamental, penguatan logam mulia ditopang oleh aksi ambil untung (profit taking) pada dolar AS. Setelah mengalami reli cukup panjang, dolar mulai memasuki fase jenuh beli, sehingga memicu investor merealisasikan keuntungan.Kondisi ini secara langsung memberikan ruang bagi emas untuk menguat, karena pelemahan dolar membuat logam mulia menjadi lebih menarik bagi investor global dengan mata uang lain.
Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut menjadi faktor pendukung. Ketika yield turun, biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset non-yielding seperti emas ikut menurun, sehingga meningkatkan daya tarik logam mulia sebagai aset lindung nilai.
Permintaan safe haven juga kembali muncul di tengah ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global, yang semakin memperkuat posisi emas sebagai instrumen perlindungan nilai.
Meski demikian, Geraldo mengingatkan bahwa kebijakan suku bunga tinggi yang masih dipertahankan The Federal Reserve dapat menjadi tantangan bagi penguatan logam mulia dalam jangka menengah hingga panjang.
Oleh karena itu, pelaku pasar tetap disarankan untuk menjaga disiplin manajemen risiko di tengah volatilitas yang masih tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News