Presiden Amerika Serikat (AS) ke 45 Donald Trump. Foto : AFP.
Presiden Amerika Serikat (AS) ke 45 Donald Trump. Foto : AFP.

Akun Twitter Diblokir, Trump Salahkan Perusahaan Raksasa Teknologi

Ekonomi facebook twitter donald trump
Arif Wicaksono • 13 Januari 2021 13:55
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) ke 45 Donald Trump menyalahkan perusahaan teknologi raksasa karena memecah belah negara. Ini dikatakannya beberapa hari setelah Twitter dan Facebook melarangnya di platform mereka karena mendorong serangan terhadap gedung Capitol AS.
 
"Saya pikir Big Tech (perusahaan raksasa teknologi) melakukan hal yang mengerikan bagi negara kita, dan saya yakin itu akan menjadi kesalahan yang sangat besar bagi mereka. Mereka memecah belah," kata Trump kepada wartawan dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Dia mengatakan perusahaan itu telah membuat kesalahan besar dan bahwa ada tindakan balasan untuk tindakan yang telah diambil platform raksasa teknologi tanpa menjelaskan secara spesifik apa artinya itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Minggu lalu, Twitter, Facebook, Google milik Alphabet, Apple, dan Amazon.com mengambil tindakan terkuat mereka terhadap Trump untuk membatasi jangkauannya. Mereka mengutip potensi kekerasan lanjutan yang berasal dari Trump, setelah serangan pendukungnya pada 6 Januari 2021 di Capitol AS yang menewaskan lima orang.
 
Apple, Google, dan Amazon juga menangguhkan Parler -aplikasi pro-Trump yang penggunanya mengancam lebih banyak kekerasan -dari toko aplikasi dan layanan hosting web masing-masing.
 
Tindakan tersebut membuat Trump marah. Trump pun bersumpah bahwa dia segera mengumumkan sesuatu hal yang besar.
 
Trump telah berulang kali bentrok dengan perusahaan teknologi besar dan mencela perlindungan yang mereka nikmati berdasarkan undang-undang yang disebut Bagian 230, yang melindungi perusahaan dari tanggung jawab atas konten yang diposting oleh pengguna.
 
Dia terus menuntut agar undang-undang itu dicabut, meskipun seruannya belum mendapatkan dukungan kongres yang cukup. Dia bahkan memveto RUU pertahanan yang mengalokasikan dana militer USD740 miliar setiap tahun karena RUU tersebut tidak membatalkan Pasal 230. Kongres pun membatalkan veto tersebut.
 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif