Presiden Bank Dunia David Malpass. Foto: AFP/Samuel Corum.
Presiden Bank Dunia David Malpass. Foto: AFP/Samuel Corum.

Bank Dunia Berusaha Kumpulkan Dana Darurat hingga USD170 Miliar

Ekonomi Bank Dunia IMF Krisis Ekonomi IMF-World Bank Rusia-Ukraina Negara Berkembang Perang Rusia-Ukraina
Media Indonesia.com • 19 April 2022 11:51
Washington: Bank Dunia sedang berusaha mengumpulkan dana darurat hingga USD170 miliar untuk membantu negara-negara termiskin yang dilanda berbagai krisis.
 
"Amplop respons krisis akan melanjutkan pekerjaan yang dimulai selama pandemi covid-19 dan membantu negara-negara mengatasi lonjakan inflasi yang diperburuk oleh invasi Rusia ke Ukraina serta tekanan finansial yang parah disebabkan oleh tingkat utang tinggi," kata Presiden Bank Dunia David Malpass, dilansir Mediaindonesia.com, Selasa, 19 April 2022.
 
"Ini respons krisis besar-besaran yang berkelanjutan," tambah Malpass kepada wartawan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Utang yang tinggi dan inflasi merupakan dua masalah besar yang dihadapi pertumbuhan global. "Saya sangat prihatin dengan negara-negara berkembang. Mereka menghadapi kenaikan harga mendadak untuk energi, pupuk, dan makanan."
 
Pemberi pinjaman pembangunan yang berbasis di Washington itu pekan lalu menurunkan perkiraannya untuk pertumbuhan global tahun ini. IMF diperkirakan melakukan hal yang sama ketika merilis perkiraan terbarunya pada Selasa.
 
Berbicara menjelang pertemuan musim semi IMF dan Bank Dunia minggu ini, Malpass mengatakan dana bantuan akan berjalan 15 bulan hingga Juni 2023 dan dibangun di atas dana respons covid-19 sebesar USD157 miliar yang berakhir pada Juni 2021.
 
"Kami berharap untuk memberikan sekitar USD50 miliar dari jumlah ini dalam tiga bulan ke depan," katanya.
 
Ia berencana membahas dana dengan dewan bank dalam beberapa minggu mendatang. Malpass mengulangi keprihatinannya terhadap negara-negara miskin yang menghadapi tingkat utang tinggi. Ia mencatat 60 persen negara-negara berpenghasilan rendah sudah menghadapi kesulitan utang atau berisiko tinggi.
 
Dia telah merekomendasikan perbaikan dalam Kerangka Umum G20 yang diadopsi tahun lalu. Ini dimaksudkan untuk menawarkan jalan merestrukturisasi beban utang yang besar, tetapi belum membuahkan hasil.
 
Hambatan utama yaitu kurangnya informasi tentang ukuran utang ke Tiongkok serta beberapa pemberi pinjaman lain yakni perusahaan swasta dan pemerintah. Para menteri keuangan G20 akan bertemu pada Rabu di sela-sela pertemuan musim semi. (AFP)
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif