Ilustrasi. FOTO: FREDERIC J. BROWN/AFP
Ilustrasi. FOTO: FREDERIC J. BROWN/AFP

Penguncian Shanghai Buat Harga Minyak Dunia Jatuh

Ekonomi Minyak Mentah ekonomi china Tiongkok Harga Minyak Dunia
Antara • 26 April 2022 08:01
New York: Harga minyak dunia merosot sekitar empat persen ke level terendah dalam dua minggu pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa pagi WIB). Kondisi itu di tengah meningkatnya kekhawatiran tentang prospek permintaan energi global karena penguncian covid-19 yang berkepanjangan di Shanghai dan potensi kenaikan suku bunga AS.
 
Mengutip Antara, Selasa, 26 April 2022, minyak mentah berjangka Brent berjangka untuk pengiriman Juni anjlok USD4,33 atau 4,1 persen, menjadi USD102,32 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni kehilangan USD3,53 atau 3,5 persen, menjadi USD98,54 per barel.
 
Kedua kontrak acuan ditutup pada level terendah sejak 11 April setelah kehilangan hampir 5,0 persen minggu lalu. Sejak melonjak ke level tertinggi sejak 2008 pada awal Maret, harga minyak telah jatuh sekitar 25 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Prospek pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat tahun ini di tengah kenaikan suku bunga AS telah menyebabkan revisi turun perkiraan permintaan minyak," kata Analis Konsultan Eurasia Group, seraya mencatat semakin lama perang Ukraina dan penguncian Tiongkok tetap ada, semakin tinggi risiko bahwa pertumbuhan permintaan akan semakin lemah.
 
Kemunduran terjadi karena investor menilai dampak covid-19 pada prospek permintaan bahan bakar. Kesengsaraan penguncian covid-19 di Shanghai memasuki ke minggu keempat, ketika perintah untuk pengujian massal di distrik terbesar Beijing itu memicu kekhawatiran bahwa Ibu Kota Tiongkok dapat ditakdirkan untuk nasib yang sama.
 
Harga minyak juga berada di bawah tekanan di tengah tanda-tanda bahwa pemadaman pasokan menjadi agak lebih kecil. Menurut Kementerian Perminyakan Libya, ladang minyak yang ditutup karena blokade dapat melanjutkan produksi dalam hitungan hari.

Dolar AS naik

Juga menekan minyak, dolar AS naik ke level tertinggi dua tahun terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya karena kemungkinan kenaikan suku bunga AS. Dolar yang kuat membuat minyak lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
 
Minyak memperoleh dukungan awal tahun dari pasokan yang ketat setelah invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari menyebabkan pelanggan menghindari minyak Rusia karena sanksi Barat. Pasar bisa semakin ketat jika Uni Eropa (UE) melarang minyak mentah Rusia.
 
Sementara itu, bensin berjangka AS turun lebih rendah daripada minyak mentah, menempatkan celah spread bensin -ukuran margin keuntungan pengilangan- pada level tertinggi sejak mencapai rekor pada April 2020 ketika WTI menetap di wilayah negatif.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif