Bank Dunia. Foto : AFP.
Bank Dunia. Foto : AFP.

Bank Dunia Sepakat Beri Bantuan Keuangan ke Sri Lanka

Ekonomi Bank Dunia sembako sri lanka Krisis Keuangan Sri Lanka
Antara • 27 April 2022 12:32
Kolombo: Bank Dunia telah setuju untuk memberikan bantuan keuangan senilai USD600 juta (sekitar Rp8,65 triliun) kepada Sri Lanka untuk membantu memenuhi persyaratan pembayaran untuk impor barang-barang penting.
 
"Bank Dunia telah setuju untuk memberikan bantuan keuangan senilai USD600 juta untuk mengatasi krisis ekonomi saat ini. Bank Dunia akan mengeluarkan USD400 juta dalam waktu dekat," bunyi Divisi Media Presiden Sri Lanka dikutip dari Antara, Rabu, 27 April 2022.
 
Menurut pernyataan tersebut, Bank Dunia mengatakan akan terus membantu Sri Lanka untuk mengatasi krisis ekonomi saat ini. Krisis keuangan terburuk yang dialami Sri Lanka sejak kemerdekaannya pada 1948 disebabkan oleh penurunan drastis dana cadangan negara itu, yang turun 70 persen selama dua tahun terakhir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penurunan tersebut mencapai USD1,93 miliar (Rp27,83 triliun) pada akhir Maret 2022. Kondisi itu membuat pemerintah Sri Lanka berjuang untuk membayar kebutuhan pokok, termasuk bahan bakar, obat-obatan, dan makanan. Pada awal April, Sri Lanka memulai pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk meminta bantuan keuangan.
 
Sebelum IMF menyelesaikan sebuah program untuk membantu Sri Lanka, negara tersebut membutuhkan dana USD3 miliar-USD4 miliar untuk pembiayaan sementara guna membantu membayar pengeluaran untuk kebutuhan penting.
 
Pemerintah Sri Lanka juga telah meminta tolong kepada beberapa negara dan organisasi multilateral untuk membantu pembiayaan negara itu sampai IMF memberikan bantuannya.
 
India telah membantu Sri Lanka dengan pemberian dana senilai USD1,9 miliar (sekitar Rp27,4 triliun), dan Kolombo sedang dalam pembicaraan dengan New Delhi untuk dana tambahan senilai USD1,5 miliar (sekitar Rp21,63 triliun) guna mendanai impor, termasuk impor bahan bakar.
 
Sri Lanka juga sedang bernegosiasi dengan Tiongkok untuk mendapatkan bantuan dalam bentuk pinjaman sindikasi senilai hingga USD1 miliar (sekitar Rp1,44 triliun).
 
Menteri Keuangan Sri Lanka Ali Sabry mengatakan juga akan mencari bantuan dari Bank Pembangunan Asia (ADB).
 
Sri Lanka telah mengumumkan penangguhan beberapa pembayaran utang luar negeri pada awal April dan mengatakan akan mengalihkan cadangannya yang sedikit untuk mendanai impor barang-barang penting, seperti bahan bakar, gas untuk memasak, dan obat-obatan.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif