Salah satu bangunan yang rusak akibat serangan Rusia di Kota Chernihiv, Ukraina. FOTO: AFP
Salah satu bangunan yang rusak akibat serangan Rusia di Kota Chernihiv, Ukraina. FOTO: AFP

Perang Rusia-Ukraina Dorong Sri Lanka dan Pakistan ke Jurang Krisis

Angga Bratadharma • 06 April 2022 12:02
London: Perang yang terjadi antara Rusia dan Ukraina telah mendorong dua negara termiskin di dunia ke dalam krisis besar-besaran dan masuk ke daftar yang berisiko. Kondisi kian diperkeruh lantaran ikut campur tangannya Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden dengan sekutu memberikan sanksi kepada Moskow.
 
Kedua negara itu mungkin jauh dari pertempuran di Ukraina, tetapi pengunduran diri massal kabinet Sri Lanka pada Senin waktu setempat dan manuver akhir pekan yang drastis oleh Perdana Menteri Pakistan Imran Khan untuk menghindari pemecatannya menunjukkan seberapa jauh dampak ekonomi menyebar.
 
Baik Sri Lanka maupun Pakistan telah menyaksikan keresahan publik yang telah lama bercokol tentang salah urus ekonomi, tetapi ada daftar negara-negara lain yang juga berada di zona bahaya. Sejumlah kecil sudah di ambang krisis utang setelah pandemi covid serta lonjakan harga energi dan pangan yang diakibatkan perang. Hal itu memperburuk keadaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mengutip The Business Times, Rabu, 6 April 2022, Turki, Tunisia, Mesir, Ghana, Kenya, dan lainnya yang juga mengimpor sebagian besar minyak dan gas serta bahan makanan pokok mereka, seperti gandum dan jagung, yang semuanya melonjak antara 25 persen dan 40 persen tahun ini, juga telah telah menghadapi tekanan berat.
 
Meningkatnya biaya impor dan subsidi bagi kebutuhan sehari-hari itu telah meyakinkan Kairo untuk mendevaluasi mata uangnya 15 persen dan mencari bantuan IMF dalam beberapa pekan terakhir. Tunisia dan Sri Lanka yang telah lama bertahan juga telah meminta bantuan.
 
Sedangkan Ghana masih enggan untuk mendekati IMF. Sementara Pakistan, sebuah negara yang sudah memiliki 22 program IMF, hampir pasti membutuhkan lebih banyak lagi setelah sekarang tenggelam ke dalam kekacauan lagi.
 
"Kejutan energi ini tentu saja berkontribusi pada ketidakpastian politik di Sri Lanka dan Pakistan," kata Kepala Ekonom Renaissance Capital Charlie Robertson, menandainya sebagai faktor kunci bagi Mesir dan Ghana juga.
 
"Tidak akan mengejutkan saya jika lebih banyak negara terkena dampaknya," tambahnya, mengutip Yordania juga dan Maroko di mana kelas menengah yang relatif cukup besar membuatnya sensitif terhadap perubahan politik.
 
Direktur pelaksana IMF Kristalina Georgieva telah memberikan peringatan keras bahwa perang di Ukraina berarti kelaparan di Afrika. Senada dengan IMF, Bank Dunia mengatakan selusin negara termiskin di dunia sekarang mungkin gagal bayar selama tahun depan, yang akan menjadi serentetan krisis utang terbesar di negara berkembang dalam satu generasi.
 
"Ekonomi perbatasan yang berutang berlebihan, sebutan kelompok negara yang paling kurang berkembang, sekarang berutang USD3,5 triliun -sekitar USD500 miliar di atas tingkat prapandemi," pungkas Institute of International Finance (IIF).
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif