Ilustrasi. FOTO: AFP/Julien MIVIELLE
Ilustrasi. FOTO: AFP/Julien MIVIELLE

Keputusan Jerman tentang Embargo Rusia Picu Harga Minyak Menguat

Ekonomi ekonomi rusia jerman Harga Minyak Dunia Menguat Harga Minyak Dunia
Antara • 29 April 2022 08:01
New York: Harga minyak menguat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Kondisi itu terjadi setelah ada laporan bahwa Jerman tidak lagi menentang embargo minyak Rusia, yang selanjutnya dapat memperketat pasokan di pasar minyak mentah global yang sudah tertekan.
 
Mengutip Antara, Jumat, 29 April 2022, minyak mentah berjangka Brent, patokan global yang diperdagangkan di London untuk pengiriman Juni terangkat sebanyak USD2,27 atau 2,2 persen, menjadi USD107,59 per barel.
 
Sedangkan minyak mentah berjangka West Texas Intermediate atau WTI, patokan yang diperdagangkan di New York untuk pengiriman Juni ditutup bertambah sebanyak USD3,34 atau 3,3 persen, menjadi USD105,36 per barel.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pedagang bereaksi terhadap laporan media tentang komentar dari Menteri Ekonomi Jerman Robert Habeck, yang mengatakan ekonomi terbesar Uni Eropa dapat mengatasi embargo Uni Eropa pada impor minyak Rusia dan Jerman berharap untuk menemukan cara menggantikan minyak Rusia dengan pasokan lain.
 
Jerman sangat bergantung pada impor energi Rusia dan telah menentang larangan penuh. Sebelum perang di Ukraina, minyak Rusia menyumbang sekitar sepertiga dari pasokan Jerman. Sebulan yang lalu, Habeck mengatakan negara itu telah mengurangi ketergantungannya pada minyak Rusia hingga 25 persen dari impor.
 
"Akibatnya, minyak dari dunia bebas akan menjadi lebih mahal, dan minyak Tirai Besi akan jatuh lebih jauh nilainya dan diskon lebih besar," kata Mitra Again Capital LLC John Kilduff, di New York.

Ekspor energi

Moskow telah mulai menggunakan ekspor energi sebagai alat menyusul tanggapan Amerika Serikat dan sekutunya atas invasi Rusia ke Ukraina. Produksi minyak Rusia bisa turun sebanyak 17 persen pada 2022, menurut dokumen kementerian ekonomi yang dilihat, karena negara itu menghadapi sanksi Barat.
 
Rusia telah menangguhkan pasokan gas ke Polandia dan Bulgaria dan mencoba untuk mendorong Uni Eropa mengadopsi sistem pembayaran gas baru yang melibatkan pembukaan rekening di Gazprombank di mana pembayaran dalam euro atau dolar akan dikonversi ke rubel.
 
Terlepas dari kekurangan yang diperkirakan ini, kelompok produsen OPEC+ yang terdiri dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutu yang dipimpin oleh Rusia diperkirakan mempertahankan laju peningkatan produksi yang moderat ketika bertemu pada 5 Mei, sumber mengatakan.
 
Dolar AS melonjak ke level tertinggi dalam dua dekade pada Kamis, didorong oleh kelemahan pada saingan utamanya, seperti yen dan euro. Dolar yang lebih kuat biasanya bearish.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif