Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Monetary Authority of Singapore Putuskan Perketat Kebijakan Moneter

Ekonomi Inflasi ekonomi singapura Singapura
Angga Bratadharma • 26 Januari 2022 06:34
Singapura: Otoritas Moneter Singapura atau Monetary Authority of Singapore (MAS) memutuskan untuk memperketat pengaturan kebijakan moneternya di tengah pergeseran lebih lanjut dalam prospek inflasi. Penyesuaian tersebut berada di luar siklus normal tinjauan kebijakan moneter dua kali setahun MAS yang biasanya pada April dan Oktober.
 
"MAS akan sedikit menaikkan tingkat apresiasi pita kebijakan moneternya mengingat risiko inflasi inti yang lebih tinggi dalam waktu dekat," kata MAS, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 26 Januari 2022.
 
Tidak akan ada perubahan pada lebar dan tingkat di mana pita kebijakan nilai tukar nominal efektif (S$NEER) dolar Singapura terpusat. "Langkah ini dibangun di atas pergeseran pre-emptive ke sikap menghargai pada Oktober 2021 dan sesuai untuk memastikan stabilitas harga jangka menengah," kata MAS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


MAS mengelola kebijakan moneter melalui pengaturan nilai tukar, bukan suku bunga, membiarkan dolar Singapura naik atau turun terhadap mata uang mitra dagang utamanya dalam kisaran yang dirahasiakan. Ini menyesuaikan kebijakannya melalui tiga tuas yakni kemiringan, titik tengah, dan lebar pita kebijakan, yang dikenal sebagai S$NEER.
 
Dalam tinjauan Oktober lalu, MAS menggeser S$NEER ke jalur apresiasi bertahap dari nol persen sebelumnya. "Ada pergeseran lebih lanjut dalam prospek inflasi Singapura, yang mencerminkan faktor global dan domestik sejak pernyataan kebijakan moneter terakhir pada Oktober tahun lalu," kata MAS.
 
"Karenanya MAS menilai bahwa adalah tepat untuk membuat penyesuaian pre-emptive lain dalam sikap kebijakan moneternya pada saat ini," tambahnya.
 
MAS sedang merevisi perkiraan inflasi untuk tahun ini. Inflasi inti sekarang diproyeksikan menjadi 2-3 persen di tahun ini atau naik dari 1-2 persen yang diperkirakan pada Oktober. Sementara itu, inflasi IHK-Semua Item diperkirakan 2,5-3,5 persen, dari kisaran perkiraan sebelumnya 1,5-2,5 persen.
 
Pihak berwenang mengatakan bahwa selama tiga bulan terakhir, S$NEER secara luas terapresiasi di bagian atas rentang kebijakan.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif