Pendapatan Walt Disney tergerus covid-19. Foto: dok Disney.
Pendapatan Walt Disney tergerus covid-19. Foto: dok Disney.

Disney Taksir Dampak Kerugian Covid-19 USD1,4 Miliar

Ekonomi walt disney
Ade Hapsari Lestarini • 07 Mei 2020 11:11
Los Angeles: Walt Disney memperkirakan dampak negatif covid-19 terhadap pendapatan raksasa hiburan AS dari operasi yang berkelanjutan sebelum pajak penghasilan sebesar USD1,4 miliar selama kuartal kedua 2020.
 
Melansir Xinhua, Kamis, 7 Mei 2020, ini adalah laporan pendapatan pertama perusahaan sejak pecahnya covid-19. Penghasilan untuk kuartal itu, yang berakhir 28 Maret 2020, turun 63 persen menjadi 60 sen dari USD1,61 pada kuartal tahun sebelumnya.
 
Meskipun demikian, Disney mencatat pendapatan kuartalan tumbuh 21 persen menjadi USD18,01 miliar. Sementara laba bersih anjlok 91 persen menjadi USD475 juta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dampak covid-19 dan langkah-langkah untuk mencegah penyebarannya telah memengaruhi segmen kami dalam beberapa cara, yang paling signifikan di Parks, Experiences, dan Products kami telah menutup taman hiburan dan toko ritel kami, pelayaran kapal layar gantung dan tur berpemandu, dan mengalami gangguan rantai pasokan," kata Disney dalam rilisnya.
 
Disney mengatakan bahwa pendapatan Parks, Experiences, dan Products untuk kuartal ini turun 10 persen menjadi USD5,5 miliar dan pendapatan operasi turun 58 persen menjadi USD639 juta.
 
Perusahaan memperkirakan dampak covid-19 pada pendapatan operasional di segmen Parks, Experiences, dan Products sekitar USD1 miliar terutama karena hilangnya pendapatan sebagai akibat dari penutupan (lockdown).
 
Sebagai hasil dari covid-19, Disney menutup taman dan resor di Amerika Utara, bisnis jalur pelayaran dan Disneyland Paris pada pertengahan Maret. Sementara taman dan resor di Asia ditutup lebih awal pada kuartal tersebut.
 
Sedangkan taman hiburan Disney di Tiongkok, termasuk Shanghai Disneyland dan Hong Kong Disneyland, telah ditutup sejak Januari di tengah ancaman penyebaran covid-19. Disney mengatakan perusahaan berencana untuk membuka kembali taman hiburannya di Shanghai pada 11 Mei.
 
"Selain itu, kami telah menunda, atau dalam beberapa kasus, memperpendek atau membatalkan rilis teater dan pertunjukan panggung di Studio Entertainment dan telah melihat dampak penjualan iklan di Media Networks dan Direct-to-Consumer & International. Kami telah mengalami gangguan dalam produksi dan ketersediaan konten, termasuk pembatalan atau penangguhan acara olahraga tertentu dan penangguhan produksi sebagian besar konten film dan televisi," kata perusahaan itu dalam keterangan resminya.
 
Namun demikian pendapatan Studio Entertainment dari Disney untuk kuartal ini meningkat 18 persen menjadi USD2,5 miliar dan pendapatan operasi turun delapan persen menjadi USD466 juta.
 
Disney mencatat bahwa distribusi teater pada kuartal tersebut dipengaruhi secara negatif oleh covid-19 ketika teater di dalam negeri ditutup mulai pertengahan Maret.
 
Menurut Disney, pendapatan perusahaan Direct-to-Consumer & International untuk kuartal tersebut meningkat dari USD1,1 miliar menjadi USD4,1 miliar dan kerugian operasi segmen ini meningkat dari USD385 juta menjadi USD812 juta. Peningkatan kerugian operasi disebabkan oleh biaya yang terkait dengan peluncuran Disney+ dan konsolidasi hulu.
 
"Walaupun pandemi covid-19 memiliki dampak keuangan yang cukup besar pada sejumlah bisnis kami, kami yakin pada kemampuan kami untuk menahan gangguan ini dan muncul dalam posisi yang kuat," kata Kepala Eksekutif Walt Disney Bob Chapek.
 
(AHL)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif