Korea Selatan. Foto : AFP.
Korea Selatan. Foto : AFP.

Beban Pajak di Korsel Bisa Picu Eksodus Miliuner

Arif Wicaksono • 09 September 2021 15:27
Seoul: Korea Selatan (Korsel) memberikan beban pajak yang tinggi pada anggota kelompok berpenghasilan tinggi negara itu dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini dapat menyebabkan eksodus orang kaya Korsel ke negara lain.
 
Sebuah laporan dari Institut Penelitian Ekonomi Korsel (KERI) menunjukkan tarif pajak penghasilan atas pendapatan tahunan melebihi satu miliar won (USD858.400). Angka ini naik dua kali dalam lima tahun terakhir menjadi 45 persen saat ini. Pada 2017, angkanya meningkat menjadi 42 persen dari 40 persen. Kemudian dinaikkan menjadi 45 persen pada tahun lalu.
 
KERI menyatakan keprihatinan tingkat saat ini berada jauh di atas rata-rata Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD) sebesar 35,9 persen, untuk mereka yang berada di kelompok teratas negara-negara anggotanya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia menambahkan, tarif pajak efektif, persentase pendapatan yang dibayarkan oleh individu atau perusahaan dalam pajak, bagi mereka yang memperoleh lebih dari 500 juta won setiap tahun pada 2019 setidaknya tiga kali lebih tinggi daripada orang lainnya.
 
Selain itu, KERI mencatat orang yang berpenghasilan lebih dari 1 miliar won per tahun membayar pajak 4,5 persen dalam pajak pendapatan daerah, 4,5 persen untuk program pensiun nasional, sekitar 3,4 persen untuk asuransi kesehatan nasional dan 0,8 persen untuk asuransi kerja. Jumlah ini sekitar 58 persen dari pendapatan mereka.
 
Bebannya semakin berat, dengan biaya perawatan kesehatan nasional meningkat dua persen menjadi tiga persen setiap tahun sejak 2018. Asuransi ketenagakerjaan naik 0,3 persen pada 2019.
 
"Seperti yang terlihat dalam penghapusan pajak kekayaan Prancis, revisi kode pajak semacam itu lebih banyak merugikan daripada menguntungkan bagi perekonomian," kata peneliti KERI Lim Dong-won dalam laporan tersebut, dikutip dari Korea Herald, Kamis, 9 September 2021.
 
Pajak kekayaan Prancis, yang diperkenalkan oleh Presiden sayap kiri Francois Mitterand pada 1982, menyebabkan eksodus orang-orang terkaya dari negara itu, yang mengakibatkan kerugian tidak hanya dari pajak kekayaan tetapi juga dari pajak lain seperti pajak penghasilan dan pajak pertambahan nilai pajak.
 
Pajak kekayaan Prancis dihapuskan pada 1986, tetapi dipulihkan dua tahun kemudian. Lalu dihapus lagi pada 2017 oleh Presiden Emmanuel Macron saat ini.
 
Kebijakan pajak Korsel menjadi terkenal dalam beberapa tahun terakhir, dengan ahli waris mendiang Ketua Samsung Group Lee Kun-hee saat ini sedang dalam proses membayar pajak warisan sebesar 12 triliun won.
 
Sebagai perbandingan, keluarga yang ditinggalkan mantan CEO Apple Steve Jobs hanya membayar pajak warisan setara dengan 3,4 triliun won.
 
Korea melakukan kenaikan pajak penghasilan ganda pertamanya di bawah pemerintahan Moon. Diperkirakan 16 ribu orang Korea saat ini, termasuk dalam kelompok berpenghasilan tertinggi dengan lebih dari satu miliar won setiap tahun.
 
"Pemerintah harus meringankan beban pajak pada kelompok berpenghasilan tertinggi dengan mengurangi pajak dan manfaat pajak yang tidak perlu," tegas Lim.

 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif