Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Trump Kembali Dimakzulkan, 3 Indeks Utama Wall Street Kompak Anjlok

Ekonomi Wall Street Ekonomi Amerika Pemakzulan Trump
Angga Bratadharma • 14 Januari 2021 07:32
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mengalihkan fokus mereka ke Washington. DPR AS resmi kembali memakzulkan Presiden Donald Trump karena menghasut pemberontakan disertai kekerasan.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 14 Januari 2021, indeks Dow Jones Industrial Average turun 8,22 poin atau 0,03 persen menjadi 31.060,47. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 8,65 poin atau 0,23 persen menjadi 3.809,84. Indeks Komposit Nasdaq menguat sebanyak 56,52 poin atau 0,43 persen menjadi 13.128,95.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor utilitas dan real estat masing-masing naik 1,94 persen dan 1,39 persen, memimpin kenaikan. Sedangkan sektor material tergelincir 1,06 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.
 
Di sisi data, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan, indeks harga konsumen AS naik 0,4 persen pada Desember, setelah naik 0,2 persen pada November. Angka tersebut secara kasar sejalan dengan perkiraan Dow Jones. Pada Selasa waktu setempat, indeks utama Wall Street naik sedikit setelah perdagangan berombak, karena ketidakstabilan politik menjulang di pasar.
 
Sementara itu, DPR AS kembali memakzulkan Presiden Donald Trump. Presiden dari Partai Republik itu dimakzulkan karena menghasut pemberontakan disertai kekerasan terhadap pemerintah Amerika Serikat. Sebanyak 10 anggota partai Presiden bergabung dengan Partai Demokrat untuk menuduhnya melakukan kejahatan dan pelanggaran.
 
Bangkit kembali di bawah ancaman kekerasan yang terus berlanjut dan perlindungan ribuan pasukan Garda Nasional, DPR bertekad untuk meminta pertanggungjawaban Trump hanya satu minggu sebelum dia lengser. Yang dipermasalahkan adalah perannya dalam mendorong massa yang menyerang Capitol Hill satu minggu lalu.
 
Hal itu terjadi saat Kongres bertemu untuk menegaskan kemenangan Presiden terpilih Joe Biden. Insiden itu memaksa anggota parlemen melarikan diri untuk menyelamatkan hidup mereka di tengah amukan mematikan.
 
DPR mengadopsi satu artikel pemakzulan, dengan pemungutan suara 232 mendukung melawan yang menolak 197 untuk menuntut Trump dengan menghasut kekerasan terhadap Pemerintah Amerika Serikat. Pemakzulan ini meminta pencopotan segera dari jabatannya dan diskualifikasi untuk tidak pernah memegangnya jabatan serupa lagi.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif