Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Bank Indonesia
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO: Bank Indonesia

G20 Sepakat Buat Kerangka Pengawasan Aset Kripto

Eko Nordiansyah • 19 Februari 2022 07:02
Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, negara anggota G20 kini memberi perhatian terhadap perkembangan keuangan digital, salah satunya crypto asset. Apalagi saat ini tren kripto ini telah terjadi secara global.
 
Ia menyebut, G20 melihat bagaimana mengelola risiko dalam penggunaan teknologi dan di sektor keuangan. Bahkan khusus untuk kripto ini dibutuhkan kerangka dan pengawasan yang disepakati oleh negara-negara di dunia.
 
"Dari sisi pengelolaan risiko teknologi dan digitalisasi, negara G20 menyepakati perlunya kerangka pengaturan dan pengawasan terhadap kripto aset," kata dia dalam video conference, Jumat, 18 Februari 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perry menambahkan, dengan perkembangan yang cepat saat ini risiko terhadap penggunaan kripto ini juga meningkat. Apalagi jika tidak dibarengi dengan pengawasan yang jelas maka dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di pasar keuangan.
 
"Perkembangan kripto aset cukup pesat sehingga bila tidak dipantau secara baik dikhawatirkan dapat menimbulkan disabilitas terhadap pasar keuangan global maupun terhadap perekonomian," ungkapnya.
 
Selain aset kripto, pembayaran lintas batas juga menjadi perhatian. Di samping itu, ada pembahasan mengenai asesmen untuk uang digital bank sentral atau Central Bank Digital Currency (CBDC) ke sistem moneter dan keuangan internasional.
 
"Di Presidensi G20 ini kita akan implementasikan roadmap-roadmap itu mendorong pembayaran yang cepat, murah, andal, dan cepat. Itu untuk memanfaatkan digitalisasi untuk meningkatkan inklusi keuangan," pungkas dia.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif