Ilustrasi bursa Saham Tiongkok. Foto ; MI.
Ilustrasi bursa Saham Tiongkok. Foto ; MI.

Saham Asia Goyah karena Lockdown Tiongkok

Ekonomi Tiongkok bursa saham asia Harga Minyak Dunia
Antara • 20 April 2022 10:49
Singapura: Pasar saham Asia berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu pagi. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran tentang dampak dari penguncian (lockdown) pandemi Tiongkok.
 
Indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang stabil karena kerugian moderat di Hong Kong dan Shanghai mengimbangi kenaikan di Sydney. Indeks Nikkei Jepang memangkas kenaikan awal menjadi 0,5 persen lebih tinggi pada pertengahan sesi pagi. Indeks S&P 500 berjangka turun 0,4 persen dan Nasdaq berjangka turun 0,9 persen.
 
"Penguncian covid-19 dan penundaan pengiriman dan backlog mungkin telah meningkatkan kekhawatiran (tentang surplus perdagangan Tiongkok)," kata Ahli Strategi di Bank of Singapore Moh Siong Sim, dikutip dari Antara, Rabu, 20 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pada saat yang sama, tekanan inflasi dari gangguan dan dari perang di Ukraina menambah ekspektasi pasar akan respons agresif dari pembuat kebijakan moneter AS yang mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS lebih tinggi dan yen lebih rendah.
 
Imbal hasil acuan obligasi pemerintah AS 10-tahun berada dalam kisaran 3,0 persen pada Rabu dan imbal hasil yang dilindungi inflasi berada di wilayah positif untuk pertama kali sejak 2020.
 
Presiden Fed Minneapolis Neel Kashkari mengatakan Federal Reserve harus berbuat lebih banyak untuk menurunkan inflasi jika penguncian Tiongkok mengalir di seluruh rantai pasokan.
 
Sebaliknya otoritas moneter Jepang bersumpah untuk tetap dengan kebijakan moneter yang sangat longgar dan menjaga imbal hasil obligasi pemerintah berlabuh mendekati nol, berkubang di level terendah dua dekade pada Rabu dan menekan yen terus merosot.
 
Data perumahan AS yang lebih baik dari perkiraan juga tampaknya menambah ekspektasi investor terhadap kenaikan suku bunga AS. Di tempat lain di pasar mata uang, perang di Ukraina telah membuat euro terjepit dan terakhir dibeli 1,3025 dolar. Sementara itu, minyak mentah berjangka brent stabil di USD107,35 per barel setelah turun 5,0 persen pada Selasa, 19 April 2022.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif