Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Para Pedagang Pertimbangkan 2 Hal ini, Harga Minyak Dunia Langsung Bergairah

Angga Bratadharma • 23 September 2022 08:02
New York: Harga minyak dunia terpantau menguat moderat pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB), merebut kembali beberapa kerugian yang mereka derita di sesi sebelumnya. Adapun para pedagang terus memantau dampak dari kenaikan suku bunga The Fed karena bisa memberikan efek tersendiri.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 23 September 2022, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November naik 55 sen atau hampir 0,7 persen menjadi USD83,49 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman November bertambah 63 sen atau 0,7 persen menjadi USD90,46 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Reaksi pasar di atas muncul karena para pedagang terus mempertimbangkan risiko dari sisi permintaan dan penawaran. Kemarin, WTI dan Brent turun 1,2 persen dan 0,9 persen untuk menetap di level terendah dalam sekitar dua minggu. Hal itu tertekan oleh kenaikan suku bunga besar lainnya dari Federal Reserve dan kenaikan stok minyak mentah AS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat bergerak turun pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat pagi WIB). Pelemahan terjadi karena investor semakin khawatir bahwa pengetatan kebijakan agresif Federal Reserve dapat mendorong ekonomi ke dalam resesi.
Baca: Ini Biang Kerok yang Bisa Bikin Inflasi hingga 6%

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 107,10 poin atau 0,35 persen menjadi 30.076,68. Kemudian S&P 500 melemah 31,94 poin atau 0,84 persen menjadi 3.757,99. Indeks Komposit Nasdaq turun 153,38 poin, atau 1,37 persen, menjadi 11.066,81.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir merah, dengan sektor konsumen dan keuangan masing-masing turun 2,16 persen dan 1,66 persen, memimpin penurunan. Perawatan kesehatan dan kelompok layanan komunikasi memperoleh keuntungan sederhana.

 
Di sisi ekonomi, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, meningkat 5.000 menjadi 213 ribu untuk pekan yang berakhir 17 September. Ekonom yang disurvei oleh The Wall Street Journal memperkirakan klaim baru menjadi total 214 ribu.
 
Sementara itu, Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga perempat poin ketiga berturut-turut. Keputusan itu diambil karena bank sentral Amerika Serikat berkomitmen untuk meneruskan perjuangannya melawan inflasi yang masih panas.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif