Ilustrasi mata uang dolar AS - - Foto: MI/ Immanuel Antonius
Ilustrasi mata uang dolar AS - - Foto: MI/ Immanuel Antonius

Dolar AS Merosot, Bitcoin Cetak Rekor

Ekonomi Bitcoin Dolar AS cryptocurrency Aset Kripto Dolar Keok
Antara • 21 Oktober 2021 08:07
New York: Mata uang dolar Amerika Serikat (USD) merosot terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis pagi WIB), imbas membaiknya sentimen pasar dan investor fokus pada kenaikan harga-harga komoditas.
 
Mengutip Antara, Kamis, 21 Oktober 2021, indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,24 persen menjadi 93,57, menyusul penurunan 0,24 persen pada Selasa, 19 Oktober 2021.
 
Di pasar uang kripto, Bitcoin mencetak rekor tertinggi USD67.017, sehari setelah ETF (exchange traded fund) Bitcoin berjangka pertama AS mulai diperdagangkan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dolar Australia, dilihat sebagai proksi likuid untuk selera risiko, naik 0,60 persen hari ini menjadi USD0,7522 tertinggi sejak 7 Juli. Dolar Selandia Baru naik 0,73 persen menjadi USD0,7205 tertinggi sejak 11 Juni.
 
Berkurangnya permintaan untuk aset safe-haven membuat dolar mencapai tertinggi empat tahun di 114,67 versus yen, sebelum menyusut kembali ke 114,27.
 
Dolar Kanada lebih tinggi pada hari setelah tingkat inflasi tahunan negara itu melaju cepat ke level tertinggi 18 tahun pada September, menempatkan fokus pada bank sentral Kanada (BoC) menjelang keputusan suku bunga minggu depan.
 
Pound Inggris naik 0,30 persen menjadi USD1,3831 setelah data menunjukkan bahwa inflasi Inggris melambat secara tak terduga bulan lalu.
 
Sementara itu, Greenback mencapai tertinggi satu tahun terhadap sekeranjang mata uang lainnya karena pelaku pasar bertaruh bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga lebih cepat dari perkiraan.
 
Di sisi lain, investor juga memperkirakan kenaikan suku bunga yang lebih agresif di negara lain disertai mata uang terkait komoditas termasuk dolar Kanada dan Australia menguat.
 
"Dolar dapat berkinerja lebih baik jika investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga di negara lain, meskipun itu adalah sesuatu yang akan membutuhkan waktu untuk diperbaiki," kata Kepala strategi valas Amerika Utara Bipan Rai di CIBC Capital Markets.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif