Ilustrasi harga minyak. Foto : AFP.
Ilustrasi harga minyak. Foto : AFP.

Harga Minyak Melonjak saat Uni Eropa Berencana Larang Impor Minyak Rusia

Ekonomi rusia uni eropa OPEC Harga Minyak Dunia
Antara • 05 Mei 2022 09:25
New York: Harga minyak dunia melonjak pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), karena Uni Eropa, blok perdagangan terbesar di dunia, menjabarkan rencana untuk menghentikan impor minyak Rusia.
 
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juli melambung USD5,17 atau 4,9 persen menjadi USD110,14 per barel. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni bertambah USD5,4 atau 5,3 persen menjadi USD107,81 per barel.
 
Kontrak acuan minyak mentah terus meningkat selama dua bulan terakhir setelah invasi Moskow ke Ukraina. Sampai saat ini, Uni Eropa enggan untuk sepenuhnya memotong impor minyak dan gas Rusia, dan rencananya masih tidak menyarankan larangan penuh untuk semua anggota Uni Eropa. Eropa mengimpor sekitar 3,5 juta barel minyak dan produk minyak Rusia setiap hari, dan juga bergantung pada pasokan gas Moskow.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Persediaan sangat ketat, jadi dengan latar belakang ini, ketika Anda berbicara tentang larangan ini, ada banyak pertanyaan tentang bagaimana (Eropa) akan mengatasi," kata Analis Senior di Price Futures Group Phil Flynn, dikutip dari Antara, Kamis, 5 Mei 2022.
 
Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengusulkan embargo minyak bertahap terhadap Rusia, serta sanksi atas bank top Rusia.
 
"Langkah-langkah termasuk menghentikan pasokan minyak mentah Rusia secara bertahap dalam waktu enam bulan dan produk olahan pada akhir 2022," kata von der Leyen.
 
Dia juga berjanji untuk meminimalkan dampak dari langkah tersebut pada ekonomi Eropa. Namun demikian, Hungaria dan Slovakia akan dapat terus membeli minyak mentah Rusia hingga akhir 2023 berdasarkan kontrak yang ada.
 
Rusia dapat mengimbangi hilangnya salah satu pelanggan utamanya dengan menjual minyak ke importir lain termasuk India dan Tiongkok. Tidak ada negara yang berhenti membeli dari Moskow.
 
Kebutuhan akan pasokan yang jauh lebih besar kemungkinan tidak akan terpenuhi pada pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan produsen sekutu pada Kamis. OPEC+ diperkirakan akan tetap pada rencananya untuk meningkatkan produksi bulanan secara bertahap.
 
Di Amerika Serikat, stok minyak mentah naik moderat minggu lalu, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA). Stok naik 1,2 juta barel karena Amerika Serikat merilis lebih banyak barel dari cadangan strategisnya.
 
Persediaan bahan bakar turun, sebagian karena ekspor produk yang lebih kuat sejak invasi Rusia karena pembeli mencari sumber lain. Pasar sebagian besar mengabaikan pengumuman Federal Reserve bahwa mereka akan menaikkan suku bunga setengah poin persentase untuk mencoba menurunkan kenaikan inflasi.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif