Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Pedagang Minyak Bakal Pangkas Pembelian Minyak Rusia Mulai 15 Mei

Antara • 14 April 2022 08:58
London: Perusahaan perdagangan global utama berencana untuk mengurangi pembelian minyak mentah dan bahan bakar dari perusahaan minyak yang dikendalikan Rusia pada 15 Mei. Hal itu dilakukan untuk menghindari pelanggaran sanksi Uni Eropa terhadap Rusia.
 
Mengutip Antara, Kamis, 14 April 2022, Uni Eropa belum memberlakukan larangan impor minyak Rusia sebagai tanggapan atas invasi Rusia ke Ukraina, karena beberapa negara seperti Jerman sangat bergantung pada minyak Rusia dan tidak memiliki infrastruktur untuk bertukar ke alternatif.
 
Namun demikian, perusahaan perdagangan mengurangi pembelian dari kelompok energi Rusia Rosneft karena mereka berusaha untuk mematuhi bahasa dalam sanksi Uni Eropa yang ada yang dimaksudkan untuk membatasi akses Rusia ke sistem keuangan internasional, kata sumber.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kata-kata sanksi Uni Eropa mengecualikan pembelian minyak dari Rosneft atau Gazpromneft, yang tercantum dalam undang-undang, dianggap sebagai sangat diperlukan untuk memastikan keamanan energi Eropa.
 
Pedagang bergulat dengan apa arti sangat diperlukan, kata sumber. Ini mungkin mencakup kilang minyak yang menerima minyak Rusia melalui pipa captive, tetapi mungkin tidak mencakup pembelian dan penjualan minyak Rusia oleh perantara. Mereka memotong pembelian untuk memastikan mereka mematuhinya pada 15 Mei, ketika pembatasan Uni Eropa mulai berlaku.
 
Dimasukkannya perusahaan infrastruktur negara Rusia Transneft yang memiliki pelabuhan dan jaringan pipa utama akan menambah lapisan kerumitan lebih lanjut untuk setiap penjualan di masa depan.
 
Trafigura, pembeli minyak utama Rusia, mengatakan bahwa pihaknya akan mematuhi sepenuhnya semua sanksi yang berlaku. "Kami mengantisipasi volume perdagangan kami akan semakin berkurang mulai 15 Mei," tuturnya.
 
Vitol, pembeli besar lainnya, menolak mengomentari batas waktu 15 Mei. Vitol sebelumnya mengatakan volume perdagangan minyak Rusia akan berkurang secara signifikan pada kuartal kedua karena kewajiban kontrak berjangka saat ini menurun, dan akan menghentikan perdagangan minyak Rusia pada akhir 2022.

Sanksi terhadap Rusia

Perang dan sanksi terhadap Rusia telah menyebabkan banyak pembeli Barat minyak mentah Rusia seperti Shell menghentikan pembelian spot baru.
 
Penyulingan di Eropa menjadi semakin enggan untuk memproses minyak mentah Rusia. Itu telah mengganggu ekspor Rusia, meskipun pembelian oleh India dan Turki telah menutupi beberapa pemotongan tersebut. Penjualan ke Tiongkok juga terus berlanjut.
 
Volume Rosneft dan Gazpromneft menyumbang 29 juta barel, atau hampir stu juta barel per hari (bph) pada April, yang merupakan lebih dari 40 persen dari keseluruhan ekspor minyak mentah Ural dari pelabuhan barat Rusia pada April, menurut rencana pemuatan.
 
Rosneft menolak berkomentar. Gazpromneft tidak segera menanggapi permintaan komentar. Pembeli minyak Rusia lainnya, Gunvor dan Glencore, menolak mengomentari dampak tenggat waktu.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif