Ilustrasi. FOTO: AFP/MANILA BULLETIN
Ilustrasi. FOTO: AFP/MANILA BULLETIN

Bank Dunia: Global Hadapi Kejutan Energi Terbesar Sejak 1970-an

Ekonomi Bank Dunia ekonomi dunia krisis energi Ekonomi Global Rusia vs Ukraina
Angga Bratadharma • 11 Mei 2022 13:03
Washington: Bank Dunia memperingatkan harga energi telah melonjak sejak invasi Rusia ke Ukraina dan bersama dengan komoditas lainnya. Bahkan, kemungkinan tetap pada level tinggi secara historis hingga 2024 yang imbasnya bisa membahayakan pertumbuhan ekonomi.
 
"Ini merupakan guncangan komoditas terbesar yang kami alami sejak 1970-an," kata Wakil Presiden Bank Dunia untuk Pertumbuhan, Keuangan, dan Institusi yang Adil Indermit Gill, dilansir dari The Business Times, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Guncangan -yang diperkirakan mendorong harga energi naik 50 persen di tahun ini- diperparah oleh pembatasan perdagangan dan kenaikan harga makanan, bahan bakar, dan pupuk. "Perkembangan ini mulai meningkatkan momok stagflasi," kata Gill.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menggemakan seruan dari pejabat lain di Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) dalam beberapa hari terakhir, dia mendesak pemerintah untuk mengambil setiap kesempatan guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi di dalam negeri dan menghindari tindakan yang akan membahayakan ekonomi global.

Kenaikan harga energi

Laporan itu mengatakan kenaikan harga energi dalam dua tahun terakhir merupakan yang terbesar sejak krisis minyak 1973 ketika kelompok negara produsen minyak OPEC mendeklarasikan embargo. Di tengah perang dan sanksi Barat terhadap Moskow, harga minyak mentah Brent diperkirakan rata-rata USD100 per barel tahun ini, tertinggi sejak 2013.
 
"Harga gas alam Eropa diperkirakan berlipat ganda dari harga pada 2021 dan –bersama dengan batu bara– mencapai rekor tertinggi," tambahnya.
 
Harga gandum, Rusia dan Ukraina adalah produsen besar, dan pupuk telah mengalami lonjakan harga terbesar sejak 2008, dengan harga gandum mencapai titik tertinggi sepanjang masa tahun ini.
 
Secara keseluruhan, harga komoditas non-energi, termasuk pertanian dan logam, diproyeksikan melonjak 20 persen tahun ini sebelum turun, tetapi akan tetap di atas rata-rata lima tahun, menurut Bank Dunia.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif