Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Perusahaan Uni Eropa Setop Pengiriman ke Inggris

Ekonomi uni eropa brexit Ekonomi Inggris
Angga Bratadharma • 06 Januari 2021 09:29
Brussels: Beberapa pengecer berbasis daring Uni Eropa berencana tidak lagi melakukan pengiriman ke Inggris karena ada perubahan pajak yang mulai berlaku pada 1 Januari 2021. Perusahaan suku cadang sepeda Dutch Bike Bits, misalnya, akan mengirim ke setiap negara di dunia kecuali Inggris.
 
"Kami dipaksa oleh kebijakan Inggris untuk berhenti berurusan dengan pelanggan Inggris," kata Dutch Bike Bits di situsnya, dilansir dari BBC, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Perusahaan lain, Beer On Web yang berbasis di Belgia, menyatakan sekarang ini mulai menjauhi Inggris karena tindakan Brexit baru. Perusahaan marah karena mereka sekarang menghadapi biaya yang lebih tinggi dan peningkatan birokrasi untuk mematuhi otoritas pajak Inggris.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun, tidak jelas berapa banyak yang telah mengambil langkah drastis untuk menolak semua pesanan ke Inggris. Pada saat yang sama, perusahaan pelayaran internasional termasuk Federal Express dan TNT mengatakan bahwa mereka mengenakan biaya tambahan untuk pengiriman antara Inggris dan UE.
 
Mereka mengatakan kondisi itu mencerminkan peningkatan investasi yang harus mereka lakukan dalam menyesuaikan sistem untuk mengatasi Brexit. Langkah tersebut mengikuti perubahan aturan pajak yang dibawa oleh HM Revenue and Customs pada 1 Januari. Pajak sekarang dipungut di tempat penjualan bukan di tempat pengimporan.
 
Ini mengartikan pengecer luar negeri yang mengirim barang ke Inggris diharapkan membayar pajak ke Inggris dan memperhitungkannya ke HMRC jika nilai penjualan kurang dari 150 euro (135 poundsterling).
 
"Model pajak baru memastikan barang dari negara-negara Uni Eropa dan non-UE diperlakukan dengan cara yang sama dan bahwa bisnis Inggris tidak dirugikan oleh persaingan dari impor bebas PPN," kata Juru Bicara Pemerintah Inggris.
 
"Sistem baru ini juga mengatasi masalah penjual di luar negeri yang gagal membayar jumlah yang tepat dari PPN atas penjualan barang yang sudah ada di Inggris pada titik penjualan," tambahnya.
 
"Banyak bisnis Uni Eropa yang saat ini menjual barang ke pelanggan Inggris telah terdaftar untuk PPN Inggris di bawah aturan yang ada dan HMRC bekerja sangat erat dengan mereka yang memastikan mereka dapat mematuhi perubahan tersebut," tuturnya.
 
Pakar Hak Konsumen Adam French mengatakan konsumen akan frustasi jika aturan PPN baru diterapkan dengan cara yang menyebabkan ketidaknyamanan yang signifikan. Menurutnya sangat penting bagi pemerintah untuk menjelaskan kepada konsumen dan pedagang apa arti perubahan akibat Brexit bagi mereka dan bagaimana mereka berbelanja.
 
"Ini juga harus bekerja untuk memastikan konsumen Inggris dapat mempertahankan akses ke berbagai harga dan kualitas barang yang bersaing," pungkasnya.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif