Dollar AS. Foto ; AFP.
Dollar AS. Foto ; AFP.

Krisis Evergande Buat Dolar AS Menguat

Antara • 25 September 2021 09:57
New York: Dolar AS menguat pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), atau alami kenaikan minggu ketiga berturut-turut terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya. Kenaikan mata uang paman sam karena ketidakpastian atas pengembang properti China Evergrande yang terlilit utang.
 
Dikutip dari Antara, Sabtu, 25 September 2021, China Evergrande Group berutang USD305 miliar dan kekurangan uang tunai, sehingga melewatkan tenggat waktu Kamis, 23 September 2021, untuk membayar USD83,5 juta kupon bunga dan membuat investor mempertanyakan apakah mereka akan melakukan pembayaran sebelum masa tenggang 30 hari berakhir. Runtuhnya perusahaan tersebut dapat menciptakan risiko sistemik terhadap sistem keuangan Tiongkok.
 
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya naik 0,237 persen, dengan euro turun 0,2 persen menjadi USD1,1713 per euro.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden Fed Kansas City, Esther George mengatakan pasar tenaga kerja AS telah memenuhi ujian bank sentral untuk mengurangi pembelian obligasi bulanannya.  Diskusi sekarang harus beralih ke bagaimana kepemilikan obligasi  dapat memperjelas keputusan kapan harus menaikkan suku bunga.
 
Presiden Fed Cleveland, Loretta Mester menggemakan sentimen untuk tapering tahun ini, dan mengatakan bank sentral dapat mulai menaikkan suku bunga pada akhir tahun depan jika pasar kerja terus membaik seperti yang diharapkan.
 
Dalam sambutan yang disiapkan dalam sesi mendengarkan bersama sejumlah besar pemain ekonomi, Ketua Fed Jerome Powell tidak menguraikan prospek kebijakan ekonomi atau moneternya sendiri.
 
“Kami berada dalam salah satu situasi, dan ini tidak selalu terjadi, di mana dolar diuntungkan oleh banyak gagasan,” kata Joseph Trevisani, analis senior di FXStreet.com.
 
“Ekonomi AS memang terlihat lebih baik daripada sebagian besar pesaingnya, ada ketakutan yang tersisa di luar sana atas Evergrande dan apa lagi yang ada di luar sana dalam sistem ekonomi dan politik Tiongkok yang agak tidak transparan, ditambah The Fed tampaknya akhirnya siap,” jelas dia. 

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif