| Baca juga: Trump Umumkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina, Ada Pertukaran 1.000 Tahanan |
Dikutip dari Channel News Asia, Xi Jinping akan menyambut Donald Trump secara resmi dengan upacara kenegaraan di Aula Besar Rakyat Beijing pada pukul 10 pagi waktu setempat.
Pertemuan ini dipandang sebagai upaya menjaga stabilitas hubungan diplomatik di tengah ketegangan yang masih membayangi hubungan Amerika Serikat dan China sebagai dua ekonomi terbesar dunia.
Kedua pemimpin juga dijadwalkan menghadiri jamuan makan malam kenegaraan pada malam harinya. Selain itu, Donald Trump akan mengunjungi Kuil Surga, situs warisan dunia yang memiliki nilai sejarah penting di Beijing.
Presiden Amerika Serikat itu tiba di Beijing pada Rabu malam menggunakan Air Force One,
didampingi sejumlah tokoh bisnis besar, termasuk CEO Nvidia Jensen Huang dan CEO Tesla Elon Musk.
Kehadiran para eksekutif teknologi tersebut dinilai mencerminkan upaya Donald Trump untuk mendorong kerja sama ekonomi dan investasi dengan China.
Setibanya di Beijing, Donald Trump disambut karpet merah dengan upacara penyambutan besar. Sekitar 300 pemuda China mengenakan seragam putih terlihat melambaikan bendera Amerika Serikat dan China secara bersamaan.
Pada Jumat, Donald Trump dan Xi Jinping dijadwalkan melanjutkan agenda dengan pertemuan informal sambil minum teh dan makan siang kerja sebelum Trump kembali ke Washington.
Pertemuan di Tengah Ketegangan Dagang
Kunjungan ini menjadi lawatan pertama Donald Trump ke Beijing dalam hampir satu dekade sejak kunjungan terakhirnya pada 2017. Namun, situasi geopolitik saat ini dinilai jauh lebih kompleks dibandingkan sebelumnya.Setelah kunjungan tersebut, Donald Trump sempat menerapkan kebijakan tarif dan pembatasan perdagangan terhadap produk China. Ketegangan kembali meningkat setelah ia kembali menjabat di Gedung Putih dan memicu kembali perang dagang, sebelum kedua negara menyepakati gencatan senjata tarif pada Oktober lalu.
Trump sebelumnya menyatakan harapan adanya “pelukan besar” dari Xi Jinping dan menilai hubungan personal keduanya tetap kuat. Ia juga kerap memuji gaya kepemimpinan Xi yang dianggap tegas dalam mengendalikan China.
Salah satu agenda utama Donald Trump dalam pertemuan ini adalah mendorong kesepakatan bisnis baru di sektor pertanian, penerbangan, dan industri strategis lainnya. Dalam perjalanan menuju Beijing, Trump juga menyampaikan keinginannya agar China lebih membuka pasar bagi perusahaan Amerika Serikat.
Pemerintah China melalui Kementerian Luar Negeri menyatakan menyambut kunjungan tersebut dan siap bekerja sama dengan Washington untuk memperluas kerja sama sekaligus mengelola perbedaan yang ada.
Iran dan Taiwan Jadi Fokus Sensitif
Isu Iran diperkirakan menjadi salah satu topik paling krusial dalam pembicaraan Donald Trump dan Xi Jinping. Konflik terkait Iran sebelumnya disebut sempat memengaruhi jadwal pertemuan kedua pemimpin yang tertunda sejak Maret.Trump menegaskan akan membahas isu Iran, terutama terkait ekspor minyak Iran ke China yang tetap berlangsung meski berada di bawah sanksi Amerika Serikat. Namun ia menegaskan Washington tidak membutuhkan bantuan Beijing dalam menangani Iran.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan pandangan berbeda, dengan mengatakan Amerika Serikat berharap China dapat berperan lebih aktif dalam menekan Iran.
Isu Taiwan juga diperkirakan menjadi pembahasan penting. Donald Trump sebelumnya menyebut akan membicarakan penjualan senjata Amerika Serikat ke Taiwan, wilayah yang diklaim China sebagai bagian dari teritorialnya.
Pernyataan tersebut dinilai sensitif karena selama ini Amerika Serikat menghindari konsultasi langsung dengan China terkait kebijakan dukungannya terhadap Taiwan.
Tarif dan Persaingan Teknologi AI
Selain isu geopolitik, Donald Trump dan Xi Jinping juga diperkirakan membahas perang dagang yang masih berlangsung. Kedua pihak disebut akan mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata tarif selama satu tahun yang sebelumnya disepakati pada pertemuan di Korea Selatan.Isu lain seperti kontrol ekspor logam tanah jarang China, persaingan teknologi kecerdasan buatan (AI), hingga dinamika perdagangan global juga akan masuk dalam agenda pembahasan.
Kedua negara disebut sama-sama berupaya menghasilkan capaian positif dari pertemuan ini, sekaligus menjaga stabilitas hubungan bilateral yang memiliki dampak besar terhadap ekonomi dunia.
Di sisi lain, Donald Trump juga berharap mendapatkan kepastian mengenai kunjungan balasan Xi Jinping ke Amerika Serikat pada akhir 2026 sebagai simbol membaiknya hubungan kedua negara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News