Paramount resmi menyelesaikan akuisisi Warner Bros. Foto: Getty Image
Paramount resmi menyelesaikan akuisisi Warner Bros. Foto: Getty Image

Paramount Akuisisi Warner Bros, Harry Potter hingga HBO Kini Satu Atap

Annisa ayu artanti • 07 Oktober 2026 14:08
Ringkasnya gini..
  • Paramount resmi menyelesaikan akuisisi Warner Bros. Discovery senilai sekitar USD110 miliar.
  • Merger membuat HBO, CNN, Harry Potter, Game of Thrones dan Paramount+ berada dalam satu perusahaan.
  • Perusahaan gabungan bernama Skydance dan dipimpin David Ellison sebagai CEO.
Jakarta: Peta industri hiburan Hollywood resmi berubah. Paramount Skydance kini menguasai Warner Bros. Discovery lewat transaksi jumbo senilai sekitar USD110 miliar.

Melansir laman BBC, Rabu, 7 Oktober 2026, kesepakatan yang rampung pada 6 Oktober 2026 ini menyatukan dua studio besar Hollywood dalam satu perusahaan baru bernama Skydance Corporation.

Bukan cuma studio film yang bergabung. HBO, CBS, CNN, Paramount+, HBO Max, hingga berbagai jaringan televisi dan katalog film ikut berada di bawah satu payung.

Artinya, sejumlah waralaba hiburan yang selama ini punya rumah berbeda kini berada dalam satu perusahaan.

Paramount Kini Pegang Harry Potter hingga Game of Thrones

Merger ini membuat Skydance menguasai katalog Warner Bros. yang berisi sejumlah waralaba terbesar di dunia, termasuk Harry Potter, Game of Thrones, DC, dan The Lord of the Rings.

Di sisi lain, Paramount sudah memiliki waralaba seperti Mission Impossible, Indiana Jones, Top Gun, dan SpongeBob SquarePants.
 

Jadi, satu perusahaan kini memiliki koleksi IP dari dua studio besar yang selama ini bersaing di industri hiburan.

Tak heran jika merger ini dipandang sebagai salah satu perubahan terbesar dalam industri media Hollywood.

HBO Max dan Paramount+ Kini Satu Grup

Dampaknya juga terasa di bisnis streaming. Skydance kini menggabungkan Paramount+ dan HBO Max dalam satu perusahaan. Keduanya merupakan layanan streaming besar dengan katalog dan basis pelanggan masing-masing.

Bagi penonton, merger ini membuka kemungkinan perubahan pada strategi konten dan layanan streaming ke depan. Namun, belum berarti kedua platform tersebut langsung berubah menjadi satu layanan.

Perusahaan hasil merger justru harus menghadapi tantangan besar untuk mengintegrasikan dua bisnis streaming sekaligus bersaing dengan pemain seperti Netflix, Disney, Amazon, dan Apple.

Selain itu, yang membuat merger ini semakin besar adalah masuknya bisnis berita.

Skydance kini menaungi CBS News dan CNN, dua jaringan berita besar di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan juga mengendalikan berbagai jaringan kabel dan konten olahraga.

Ellison, yang menjabat sebagai ketua sekaligus CEO Skydance, menyebut penyelesaian kesepakatan ini sebagai peristiwa bersejarah bagi industri perfilman.

"Sejak awal, ambisi kami adalah menyatukan dua studio legendaris ini dan menciptakan pesaing yang lebih kuat, dengan talenta, sumber daya, serta jangkauan untuk menghadirkan kisah-kisah hebat di berbagai genre dan platform, bagi penonton di mana pun. Kini, ambisi tersebut telah menjadi kenyataan," ujarnya.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan