Melansir laman BBC, Rabu, 7 Oktober 2026, kesepakatan yang rampung pada 6 Oktober 2026 ini menyatukan dua studio besar Hollywood dalam satu perusahaan baru bernama Skydance Corporation.
Bukan cuma studio film yang bergabung. HBO, CBS, CNN, Paramount+, HBO Max, hingga berbagai jaringan televisi dan katalog film ikut berada di bawah satu payung.
Artinya, sejumlah waralaba hiburan yang selama ini punya rumah berbeda kini berada dalam satu perusahaan.
Paramount Kini Pegang Harry Potter hingga Game of Thrones
Merger ini membuat Skydance menguasai katalog Warner Bros. yang berisi sejumlah waralaba terbesar di dunia, termasuk Harry Potter, Game of Thrones, DC, dan The Lord of the Rings.Di sisi lain, Paramount sudah memiliki waralaba seperti Mission Impossible, Indiana Jones, Top Gun, dan SpongeBob SquarePants.
Jadi, satu perusahaan kini memiliki koleksi IP dari dua studio besar yang selama ini bersaing di industri hiburan.
Tak heran jika merger ini dipandang sebagai salah satu perubahan terbesar dalam industri media Hollywood.
HBO Max dan Paramount+ Kini Satu Grup
Dampaknya juga terasa di bisnis streaming. Skydance kini menggabungkan Paramount+ dan HBO Max dalam satu perusahaan. Keduanya merupakan layanan streaming besar dengan katalog dan basis pelanggan masing-masing.Bagi penonton, merger ini membuka kemungkinan perubahan pada strategi konten dan layanan streaming ke depan. Namun, belum berarti kedua platform tersebut langsung berubah menjadi satu layanan.
Perusahaan hasil merger justru harus menghadapi tantangan besar untuk mengintegrasikan dua bisnis streaming sekaligus bersaing dengan pemain seperti Netflix, Disney, Amazon, dan Apple.
Selain itu, yang membuat merger ini semakin besar adalah masuknya bisnis berita.
Skydance kini menaungi CBS News dan CNN, dua jaringan berita besar di Amerika Serikat. Selain itu, perusahaan juga mengendalikan berbagai jaringan kabel dan konten olahraga.
Ellison, yang menjabat sebagai ketua sekaligus CEO Skydance, menyebut penyelesaian kesepakatan ini sebagai peristiwa bersejarah bagi industri perfilman.
"Sejak awal, ambisi kami adalah menyatukan dua studio legendaris ini dan menciptakan pesaing yang lebih kuat, dengan talenta, sumber daya, serta jangkauan untuk menghadirkan kisah-kisah hebat di berbagai genre dan platform, bagi penonton di mana pun. Kini, ambisi tersebut telah menjadi kenyataan," ujarnya.