Teheran: Iran mulai menyiapkan daftar syarat untuk membuka kembali Selat Hormuz. Langkah ini dilakukan setelah mediator meminta Teheran menjelaskan apa saja yang dibutuhkan agar jalur pelayaran strategis tersebut kembali dibuka.
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan salah satu syarat utama yang diajukan adalah mengakhiri perang regional.
| Baca juga: Iran Bersedia Buka Akses Selat Hormuz Jika AS Penuhi Syarat Ini |
Menurut Rezaei, Iran juga telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai koridor pelayaran di Selat Hormuz. Nantinya, sebagian rute berada di wilayah perairan Oman dan sebagian lainnya melewati perairan Iran.
Kapal yang melintas akan diarahkan menggunakan saluran pusat yang telah ditentukan. Namun, rencana tersebut baru bisa berjalan jika Amerika Serikat memenuhi persyaratan yang diajukan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Rezaei melalui seorang penerjemah dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Manar.
Sebelumnya, pada 26 Agustus, seorang sumber senior mengatakan Iran dan Oman masih membahas detail kesepakatan terkait jalur pelayaran tersebut.
Pembahasan itu berlangsung setelah Garda Revolusi Iran menyatakan kedua negara telah mencapai kesepakatan mengenai mekanisme pembagian kendali atas Selat Hormuz sekaligus pendapatan dari jalur strategis tersebut.
Namun, Iran tampaknya belum berniat membuka selat begitu saja. Seorang juru bicara Garda Revolusi mengatakan Teheran baru akan mengizinkan Selat Hormuz dibuka kembali jika Washington mencabut apa yang disebut Iran sebagai blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan negara itu.
Iran juga meminta kompensasi serta pencabutan sanksi yang diberlakukan Amerika Serikat.Selat Hormuz sendiri bukan jalur laut biasa. Sebelum perang dimulai pada Februari, sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati selat tersebut.
Karena itu, terganggunya lalu lintas di Selat Hormuz berpotensi memberikan efek besar terhadap perdagangan energi global. Sejak perang berlangsung, sebagian besar pengiriman melalui jalur tersebut dilaporkan terhenti.
Sebelumnya, Washington dan Teheran telah mengumumkan sejumlah kesepakatan gencatan senjata pada April dan Juni. Salah satu harapannya adalah lalu lintas maritim di Selat Hormuz bisa kembali normal.
Namun, upaya tersebut sejauh ini belum berhasil memulihkan aktivitas pelayaran seperti sebelum perang.
Kini, perhatian kembali tertuju pada Selat Hormuz. Jika Iran dan Oman benar-benar menyelesaikan kesepakatan koridor pelayaran, sementara Amerika Serikat memenuhi tuntutan Teheran, jalur penting bagi perdagangan energi dunia itu berpeluang kembali dibuka.
Sebaliknya, jika negosiasi kembali buntu, ketidakpastian di Selat Hormuz masih bisa berlanjut dan berpotensi membuat pasar energi global tetap waspada.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda