Sikap tersebut disampaikan di tengah upaya diplomasi sejumlah negara di kawasan, termasuk Pakistan dan Qatar, untuk meredakan ketegangan dan mencari solusi terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.
Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran yang baru, Mohsen Rezaei, mengatakan AS harus menghentikan seluruh operasi militer serta membebaskan aset Iran yang dibekukan di luar negeri. Menurut Rezaei, pembukaan akses Selat Hormuz belum dapat dilakukan.
"Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai AS mengakhiri perang dan blokade, melepaskan aset Iran yang dibekukan, serta menyetujui gencatan senjata di seluruh wilayah, termasuk di Lebanon dan Gaza," tegas Rezaei melalui unggahan di platform X, Rabu (12/8).
Respons Trump
Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump memberikan pernyataan yang belum konsisten terkait kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Iran. Trump sempat menyebut pembicaraan dengan Teheran menunjukkan perkembangan. Namun, ia juga membuka kemungkinan mengambil langkah militer yang lebih keras atau mempertahankan tekanan ekonomi terhadap Iran.
"Saya sedang bernegosiasi. Mereka adalah negosiator yang sangat licik," ujar Trump dalam wawancara Senin (10/8).
Upaya diplomasi juga terus dilakukan sejumlah negara di sekitar kawasan. Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi telah bertemu dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian di Teheran untuk membahas penguatan hubungan keamanan dan ekonomi.
Selain Pakistan, Qatar dan Oman dilaporkan ikut memfasilitasi pembicaraan mengenai jalur pelayaran tersebut.
Meski demikian, Teheran menegaskan kesepakatan teknis dengan Oman tidak serta-merta berarti blokade Selat Hormuz akan dicabut.
Ketegangan di Kawasan Berlanjut
Ketegangan di lapangan juga masih berlangsung dengan adanya aktivitas militer di sekitar Teluk Oman dan Laut Merah.
Komando Pusat AS melaporkan telah melumpuhkan kapal kargo berbendera Panama yang dianggap melanggar blokade. Sementara itu, serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi di Selat Bab al-Mandeb dilaporkan menewaskan empat awak kapal kargo Tihamah berbendera Mesir.
Hingga saat ini, penutupan Selat Hormuz menjadi salah satu alat tawar utama Iran dalam menghadapi tekanan militer dan ekonomi dari aliansi AS-Israel.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda