Citibank. Foto : AFP.
Citibank. Foto : AFP.

Perbankan AS Waspada dengan Gejolak Inflasi dan Krisis Ukraina

Ekonomi Amerika Serikat Inflasi Ekonomi Amerika citi indonesia Goldman Sachs Rusia-Ukraina pandemi covid-19
Arif Wicaksono • 15 April 2022 15:31
New York: Perbankan besar Amerika Serikat (AS) merilis pendapatan yang beragam menunjuk pada berlanjutnya kekuatan rumah tangga dan bisnis AS sambil memperingatkan meningkatnya risiko dari inflasi, pergolakan geopolitik, dan kebijakan moneter yang cepat berubah.
 
Citigroup, Goldman Sachs, dan Wells Fargo semuanya melaporkan laba yang lebih rendah pada kuartal I-2022 dibandingkan periode tahun lalu, ketika hasil didorong oleh pelepasan cadangan yang disisihkan pada awal pandemi covid-19 jika terjadi kredit macet.
 
Para eksekutif melukiskan gambaran kompleks tentang penempatan dan pengambilan karena ketidakpastian dari perang di Ukraina memperumit ekonomi yang sudah tidak dapat diprediksi yang masih bergulat dengan gangguan covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kepala Eksekutif Goldman Sachs David Solomon menggambarkan serangkaian 'arus, yang mengalir melalui kondisi ekonomi terkini.
 
"Sementara tingkat pengangguran AS rendah dan upah meningkat, inflasi adalah yang tertinggi dalam beberapa dekade," kata Solomon pada panggilan konferensi dengan para analis dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 15 April 2022.
 
"Kami melihat tekanan baru pada rantai pasokan dan harga komoditas dan rumah tangga AS menghadapi kenaikan harga gas serta harga yang lebih tinggi untuk makanan dan perumahan. Kami juga melihat peningkatan risiko stagflasi dan sinyal beragam pada kepercayaan konsumen," katanya.
 
Pergeseran Federal Reserve ke postur pengetatan moneter menambah gejolak yang jika dilakukan secara bersamaan bisa merugikan bank. Wells Fargo, misalnya, mengalami penurunan kuartalan tertinggi sejak 2003 di pasar hipotek karena lebih sedikit konsumen yang mengambil pinjaman karena suku bunga yang lebih tinggi.
 
Wells Fargo  melaporkan laba bersih sebesar USD 3,7 miliar atau turun 20,8 persen dari periode 2021. Pendapatannya juga turun 5,1 persen menjadi USD 17,6 miliar.
 
Kepala Eksekutif Wells Fargo Charlie Scharf menggunakan nada yang sama  memperingatkan bahwa upaya Fed untuk melawan inflasi pasti akan mengurangi pertumbuhan ekonomi dengan Ukraina membawa risiko tambahan untuk sisi negatifnya.
 
Citi melaporkan penurunan laba kuartal pertama tahun ini sebesar 46 persen menjadi USD4,3 miliar, sementara pendapatan turun dua persen menjadi USD19,2 miliar. Pendapatan Citi terseret lebih rendah karena adanya peningkatan biaya, sementara operasi perbankannya memiliki kinerja yang beragam.
 
Chief Executive Citi Jane Fraser mengutip lingkungan geopolitik dan makro yang sulit sebagai faktor dalam hasil perbankan investasi yang lebih lemah, sambil menunjuk pada pinjaman perdagangan dan transaksi lintas batas sebagai area kekuatan. Citi  mengatakan pihaknya menyisihkan USD1,9 miliar dalam bentuk cadangan terkait dengan invasi tersebut.
 
"Sekitar USD1 miliar dalam cadangan Citi adalah untuk eksposur langsung ke Rusia, sementara USD900 juta terkait dengan risiko ekonomi yang lebih luas setelah invasi," kata Chief Financial Officer Citi Mark Mason.
 
Sejak akhir 2021, Citi telah mengurangi eksposur keseluruhannya ke Rusia dari USD 9,8 miliar menjadi USD7,8 miliar.
 
"Ada sedikit menunggu dan melihat bagaimana beberapa hal ini terjadi," kata Mason tentang lingkungan ekonomi secara keseluruhan.
 
“Mereka melihat dampak dari kenaikan tarif,” tambahnya, mencatat bahwa kesengsaraan rantai pasokan diperburuk oleh invasi Rusia.
 
Goldman Sachs berhasil meraih laba bersih USD3,8 miliar di kuartal I-2022, turun 43 persen dari periode tahun lalu dengan penurunan pendapatan 27 persen menjadi USD12,9 miliar.
 
Goldman mengalami penurunan besar dalam pendapatan dari bisnis manajemen aset dan ekuitas dan penjaminan utang, diimbangi oleh aktivitas yang kuat di beberapa divisi perdagangan di tengah volatilitas pasar.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif