Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Pertumbuhan PDB Singapura Diprediksi Naik 5,4% di Kuartal IV

Ekonomi ekonomi singapura Singapura covid-19 pandemi covid-19 Omicron Varian Omicron
Angga Bratadharma • 31 Desember 2021 14:04
Singapura: Pertumbuhan ekonomi Singapura diperkirakan melambat pada kuartal IV-2021 dengan sebagian terganggu oleh ketidakpastian yang disebabkan oleh varian Omicron covid-19. Para analis mengatakan prospek perekonomian untuk tahun depan akan bergantung pada kemajuan global yang dibuat untuk melawan pandemi.
 
Produk Domestik Bruto (PDB) diperkirakan meningkat 5,4 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya, menurut perkiraan median ekonom dalam jajak pendapat. Kondisi itu menandai pertumbuhan kuartal keempat berturut-turut. Ekonomi tumbuh 7,1 persen pada kuartal ketiga.
 
"Penurunan tingkat pertumbuhan secara tahun ke tahun sebagian besar akan disebabkan oleh efek dasar yang tidak menguntungkan," kata Ekonom Regional Barclays Brian Tan, dalam sebuah laporan, dilansir dari The Business Times, Jumat, 31 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia melihat pertumbuhan keseluruhan untuk 2021 sebesar 6,8 persen. Sedangkan menurut perkiraan resmi, ekonomi Singapura kemungkinan tumbuh sekitar tujuh persen pada 2021 dan antara 3-5 persen pada 2022.
 
Pertumbuhan di Singapura telah meningkat tahun ini dari kerusakan yang disebabkan oleh pembatasan terkait virus dan ekonomi global yang lesu, ketika negara-negara di seluruh dunia mengubah strategi mereka untuk hidup dengan virus korona.

Pusat pariwisata

Namun, pusat pariwisata telah menangguhkan penjualan tiket untuk penerbangan dan bus yang tiba di bawah program perjalanan bebas karantina pekan lalu ketika varian Omicron menyebar. Singapura telah memvaksinasi 87 persen penduduknya. Hingga Senin, 27 Desember, sebanyak 38 persen populasi telah menerima suntikan booster covid-19.
 
"Dengan asumsi Omicron berakhir pada awal 2022, maka langkah peningkatan dalam momentum layanan akan terwujud. Begitu pula untuk konstruksi, relaksasi perbatasan memungkinkan lebih banyak pekerja asing untuk kembali," kata Kepala Penelitian dan Strategi Perbendaharaan Bank OCBC Selena Ling.
 
Bank sentral secara tak terduga memperketat kebijakan moneternya pada pertemuan terakhirnya di Oktober di tengah meningkatnya tekanan inflasi yang disebabkan oleh kendala pasokan dan pemulihan ekonomi global. Para ekonom secara luas memperkirakan bank sentral akan melakukan pengetatan lagi pada April tahun depan karena tekanan harga terus berlanjut.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif