Foto: dok MI.
Foto: dok MI.

ADB Perkirakan Remitansi Global Turun Akibat Covid-19

Ekonomi Asian Development Bank (ADB) Remitansi
Angga Bratadharma • 04 Agustus 2020 10:30
Manila: Bank Pembangunan Asia atau Asian Development Bank (ADB) memperkirakan ekonomi global berpeluang kehilangan USD108,6 miliar dalam pengiriman uang atau remitansi akibat pandemi covid-19. Apalagi, kasus infeksi virus mematikan itu terus meningkat hingga sekarang ini.
 
"Di bawah skenario terburuk, dampak ekonomi covid-19 bertahan sepanjang tahun, pengiriman uang global akan turun USD108,6 miliar pada 2020," kata ADB, dikutip dari Xinhua, Selasa, 4 Agustus 2020.
 
Menurut laporan ADB penerimaan remitansi di Asia dan Pasifik akan turun USD54,3 miliar atau setara dengan 19,8 persen remitansi pada 2018. Mayoritas penurunan aliran pengiriman uang ke kawasan akibat penurunan USD22,5 miliar dalam pengiriman uang dari Timur Tengah, yang merupakan 41,4 persen dari total penurunan pengiriman uang di Asia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini diikuti oleh penurunan USD20,5 miliar dalam pengiriman uang dari Amerika Serikat (37,9 persen dari total)," kata laporan ADB.
 
Selain itu penurunan dalam pengiriman uang dari Uni Eropa dan Inggris menyumbang 6,3 persen dari total atau USD3,4 miliar. Laporan itu mengatakan penurunan dari Rusia berjumlah USD2,1 miliar, dengan USD2 miliar mencerminkan penurunan pengiriman uang ke Asia Tengah.
 
"Secara persentase, Timur Tengah dan Rusia mengalami penurunan paling tajam -lebih dari sepertiga- terutama mencerminkan efek dari rendahnya permintaan dan harga minyak pada pengiriman uang," kata laporan ADB.
 
Sementara itu, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus meminta masyarakat global untuk memahami bahwa tidak ada solusi instan yang dapat menyelesaikan masalah pandemi virus korona (covid-19) dengan cepat.
 
Untuk itu, ia sekali lagi menekankan semua orang untuk tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menjaga jarak sosial (social distancing), mencuci tangan, dan menggunakan masker. Saat ini, berdasarkan data Johns Hopkins University, angka kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 18 juta. Sementara angka kematiannya berada di kisaran 689 ribu.
 
Berbicara dari markas WHO di Jenewa, Tedros mengatakan salah satu solusi mengatasi pandemi covid-19 yang dinanti-nantikan banyak orang adalah munculnya vaksin efektif. "Sejumlah vaksin berada dalam uji klinis fase ketiga, dan kita semua berharap vaksin efektif dapat mencegah masyarakat dari infeksi (covid-19)," kata Tedros.
 
(ABD)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif