Energi Terbarukan. Foto; AFP.
Energi Terbarukan. Foto; AFP.

Belajar dari Krisis Eropa, Transisi Energi Perlu Dilakukan Bertahap

Antara • 06 Desember 2022 11:56
Jakarta: Pengamat Energi dan Lingkungan Universitas Indonesia (UI) Rosari Saleh mengingatkan perlunya transisi energi secara bertahap agar tidak timbul masalah apabila terjadi disrupsi yang mengganggu pasokan energi. Rosari mengatakan masalah bisa muncul apabila sumber lama energi ditinggalkan begitu saja, padahal sumber energi baru belum tersedia dalam jumlah yang mencukupi.
 
baca juga: Sri Mulyani: Indonesia Harus Waspadai 3 Krisis Ini

Ia berkaca dari pengalaman Eropa yang mengalami krisis energi akibat konflik geopolitik di Ukraina, sehingga negara-negara yang bergantung pada pasokan gas, justru mempertimbangkan kembali untuk mengimpor energi fosil.
 
"Kita harus belajar dari sini. Jangan sampai arah kebijakan yang disusun merugikan negara karena kondisi global sedang krisis, jadi transisi energi harus dilakukan secara bertahap," katanya, dikutip dari Antara, Selasa, 6 Desember 2022.
 
Menurut dia, pemerintah bisa melihat pengalaman tersebut sebagai pelajaran agar langkah dalam melakukan transisi energi bisa dilakukan secara tepat dan krisis energi domestik tidak terjadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dari sisi fiskal, Indonesia juga masih bergantung pada sumber daya alam sebagai sumber penerimaan dalam APBN, sehingga berkurangnya kontribusi ini juga harus dipertimbangkan, apabila ingin menjalankan transisi energi secara berkelanjutan.
 
"Hingga saat ini Indonesia masih sangat diuntungkan dengan energi fosil terutama mineral dan batu bara, termasuk minyak," kata Rosari.
 
Sebelumnya langkah Indonesia untuk mengembangkan ekonomi hijau, termasuk dengan mengurangi energi fosil dan mendorong pemanfaatan energi terbarukan, mendapat dukungan penuh dari dunia internasional.
 
Salah satu dukungan berasal dari Forum G20 yang memberikan apresiasi kepada Indonesia atas komitmen transisi energi tersebut karena sejalan dengan arah ekonomi dunia, termasuk adanya dukungan pembiayaan dari lembaga maupun mitra multilateral.
 
Penyelenggaraan G20 di Indonesia juga telah menyepakati kerja sama transisi energi sebesar 20 miliar dolar yang nantinya akan ditindaklanjuti melalui dukungan tambahan seperti insentif fiskal untuk mendukung pemanfaatan energi hijau kedepannya.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id.
 
(SAW)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif