Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dampak Inflasi Panas di AS Diramal Bakal Lebih Menyakitkan di Masa Mendatang

Angga Bratadharma • 16 November 2022 16:35
Singapura: Federal Reserve Amerika Serikat (AS) mungkin telah menaikkan suku bunga untuk mendinginkan inflasi yang panas, tetapi perjuangan melawan kenaikan harga akan lebih menyakitkan di bulan-bulan mendatang. Kondisi itu bakal memberi tekanan terhadap aktivitas perekonomian.
 
Mantan Presiden Federal Reserve New York William Dudley menilai kondisi keuangan yang lebih ketat, yang menghasilkan pasar saham yang lebih lemah, imbal hasil obligasi yang lebih tinggi, dan selisih kredit yang melebar, diperlukan untuk memperlambat ekonomi dan menyeret inflasi kembali turun.
 
"Saya pikir itu akan lebih menyakitkan tidak hanya untuk perusahaan Amerika, tetapi juga untuk rumah tangga AS," kata Dudley, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 16 November 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank sentral AS pada 2 November menaikkan suku bunga acuan sebesar 0,75 poin persentase, kenaikan keenam tahun ini. "Langkah The Fed baru saja mulai berdampak pada laju pertumbuhan ekonomi dan ketatnya pasar tenaga kerja," kata Dudley, yang juga peneliti senior di Pusat Studi Kebijakan Ekonomi Universitas Princeton.
Baca: Penerapan Metaverse Kuatkan Produk Ekonomi Kreatif

"(Tapi) perlu waktu bagi The Fed untuk mencapai tujuannya menurunkan inflasi ke dua persen," tambahnya.
 
Kenaikan suku bunga yang agresif untuk menjinakkan inflasi yang tidak terlihat sejak 1980-an telah memicu kekhawatiran akan resesi yang akan datang. Kenaikan terbaru oleh The Fed membuat suku bunga pinjaman menjadi 3,75-4 persen, tertinggi sejak Januari 2008.
 
Investor memperkirakan The Fed menaikkan suku bunga menjadi lima persen di tahun depan untuk mendinginkan permintaan. Sedangkan bank-bank sentral di seluruh dunia telah memperketat kebijakan moneter mereka guna memerangi lonjakan inflasi dan mengendalikan tekanan harga.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif