Menteri Keuangan AS Janet Yellen. FOTO: Brendan Smialowski/AFP
Menteri Keuangan AS Janet Yellen. FOTO: Brendan Smialowski/AFP

Kongres Belum Setuju Naikkan Batas Utang, AS Terancam Shutdown

Angga Bratadharma • 29 September 2021 10:05
Washington: Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) kemungkinan kehabisan langkah-langkah untuk mendanai pemerintah pada 18 Oktober dan akan kehabisan uang tunai, kecuali Kongres menaikkan batas pinjaman federal. Hal itu diperingatkan oleh Menteri Keuangan AS Janet Yellen.
 
"Setelah tanggal tersebut, perbendaharaan akan ditinggalkan dengan sumber daya yang sangat terbatas yang akan habis dengan cepat. Tidak pasti apakah kita dapat terus memenuhi semua komitmen bangsa setelah tanggal itu," kata Yellen, dalam sebuah surat kepada para pemimpin Kongres, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 29 September 2021.
 
Partai Republik di Senat AS dengan keras kepala menolak untuk mendukung peningkatan atau penangguhan plafon utang, meskipun telah mendesaknya di bawah mantan Presiden Donald Trump yang berasal dari Republik. Pada Senin waktu setempat, mereka memblokir upaya Demokrat untuk menyetujui penangguhan 14 bulan bersama dengan anggaran sementara.

Yellen mengulangi pernyataannya dalam penampilannya di hadapan Komite Perbankan Senat. "Sangat penting bahwa Kongres segera mengatasi batas utang. Jika tidak, Amerika akan gagal bayar untuk pertama kalinya dalam sejarah," kata Yellen.
 
DPR AS meloloskan sebuah langkah pada minggu lalu untuk menjaga pemerintah tetap terbuka sampai 3 Desember, di saat mereka terus berdebat tentang paket belanja sosial 10 tahun yang besar. Akan tetapi Senat yang terbagi rata sejauh ini menolak perdebatan awal tentang RUU tersebut.
 
Tanpa kenaikan batas utang, pemerintah tidak akan mampu membayar gaji pegawai negeri, mengirim uang ke pensiunan, atau membayar utang negara.
 
Menaikkan batas utang tidak meningkatkan pengeluaran, tetapi hanya memungkinkan Departemen Keuangan untuk membiayai proyek-proyek yang telah disetujui oleh Kongres, termasuk triliunan dolar bantuan yang diluncurkan selama pandemi covid-19.
 
Yellen mengatakan pengeluaran membantu mendukung pemulihan AS, yang lebih kuat daripada negara-negara kaya lainnya. Tetapi kegagalan untuk menaikkan pagu utang -yang telah dilakukan 78 kali sejak 1960, hampir selalu secara bipartisan- dapat menciptakan peristiwa bencana bagi perekonomian AS.
 
"Kita harus mengatasi masalah ini untuk menghormati komitmen yang dibuat oleh Kongres ini -dan sebelumnya-, termasuk yang dibuat untuk mengatasi dampak kesehatan dan ekonomi dari pandemi," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan