Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda. FOTO: AFP
Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda. FOTO: AFP

Nikkei Tembus Rekor Tertinggi, BoJ: Investor Optimistis dengan Prospek Ekonomi Global

Angga Bratadharma • 18 Februari 2021 11:18
Tokyo: Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda mengatakan reli harga saham baru-baru ini mencerminkan optimisme pasar atas prospek ekonomi global. Hal itu mengesampingkan pandangan kebijakan moneter yang sangat longgar yang memicu gelembung harga aset.
 
Kuroda mengatakan bank sentral Jepang akan waspada terhadap risiko keuangan yang terkait dengan pelonggaran berkepanjangan. Ia pun mengakui ada kekhawatiran yang berkembang di antara beberapa anggota parlemen bahwa pelonggaran yang berkepanjangan menabur benih gelembung.
 
Namun, dia menekankan, terlalu dini untuk memperdebatkan jalan keluar dari kebijakan super longgar termasuk pembelian besar-besaran aset oleh BoJ dan kepemilikan dana yang diperdagangkan di bursa (ETF), karena pandemi virus korona terus merusak ekonomi.

"Mungkin perlu waktu yang signifikan untuk mencapai target harga (inflasi) kami. Karena itu, sekarang bukan saatnya untuk memikirkan keluar termasuk dari pembelian ETF kami," kata Kuroda, dilansir dari CNBC International, Kamis, 18 Februari 2021.
 
BoJ telah mengumumkan rencana untuk meninjau alat kebijakannya, termasuk program pembelian ETF, pada Maret untuk membuatnya lebih berkelanjutan. Kondisi itu lantaran pandemi covid-19 memaksa bank sentral Jepang guna mempertahankan stimulusnya untuk waktu yang lama.
 
Rencana tersebut mencerminkan kekhawatiran yang berkembang di antara pembuat kebijakan atas meningkatnya biaya pelonggaran yang diperpanjang. Beberapa analis juga mengkritik BoJ karena melanjutkan pembelian ETF yang sangat besar pada saat harga saham Tokyo telah mencapai titik tertinggi baru.
 
Kuroda mengatakan sulit untuk memprediksi apakah pasar saham berada dalam gelembung atau tidak. "Optimisme atas prospek ekonomi global dan peluncuran vaksin yang stabil mungkin berada di balik lonjakan harga saham baru-baru ini. Tapi prospek global tetap sangat tidak pasti," pungkasnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ABD)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan