Ilustrasi bendera Tiongkok - - Foto: dok AFP
Ilustrasi bendera Tiongkok - - Foto: dok AFP

Tiongkok Tambah Stimulus USD5,3 Triliun Atasi Perlambatan Ekonomi

Fetry Wuryasti • 20 Mei 2022 11:56
Jakarta: Bank Sentral Tiongkok mulai meningkatkan stimulus sebesar USD5,3 triliun demi menyelamatkan ekonomi di negara tersebut. Stimulus ini menjadi sebuah harapan baru, meski secara nilai lebih rendah daripada stimulus 2020.
 
"Kebijakan Bank Sentral Tiongkok tahun ini akan fokus kepada belanja fiskal dan investasi dari Pemerintah," kata Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus, Jumat, 20 Mei 2022.
 
Dari sisi kebijakan fiskal, Bank Sentral Tiongkok telah menambahkan pengeluaran anggaran umum melalui obligasi khusus pemerintah daerah dan melakukan pemotongan pajak serta biaya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Sentral Tiongkok juga memberikan pinjaman dengan bentuk kebijakan baru, pemotongan rasio cadangan untuk perbankan, memberikan pinjaman dengan dana murah, dan fokus terhadap project go green selama pandemi masih berlangsung.
 
Bank Sentral Tiongkok dapat memberikan stimulus lebih banyak lagi, namun akan tetap berhati-hati karena adanya divergensi kebijakan tingkat suku bunga yang sedang terjadi.
 
Tiongkok akan membutuhkan dukungan tambahan apabila kebijakan saat ini masih tetap kurang. Meski demikian, stimulus Tiongkok bukan tanpa pengorbanan. Rasio utang Tiongkok terhadap GDP mulai meningkat.
 
"Oleh karena itu kami berharap Tiongkok dapat segera pulih untuk menstabilkan pasokan yang mulai terganggu, sehingga ada keseimbangan antara pasokan dan permintaan," pungkas Nico. 

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif