Ekonomi Tiongkok. Foto : AFP.
Ekonomi Tiongkok. Foto : AFP.

Shanghai Kembali Buka Bisnis Setelah Lockdown

Arif Wicaksono • 15 Mei 2022 17:25
Shanghai: Shanghai secara bertahap akan mulai membuka kembali aktvitas bisnis seperti pusat perbelanjaan dan salon rambut di pusat keuangan dan manufaktur Tiongkok mulai Senin, 16 Mei 2022, setelah berminggu-minggu alami lockdown karena Covid-19.
 
Shanghai memperketat pembatasan di beberapa daerah yang diharapkan menjadi langkah terakhir dalam kampanye melawan virus Covid-19, yang telah membuat marah dan kelelahan penduduk kota terbesardi Tiongkok itu.
 
"Pusat perbelanjaan, department store, dan supermarket akan mulai melanjutkan operasi di dalam toko dan memungkinkan pelanggan untuk berbelanja dengan cara yang tertib sementara salon rambut dan pasar sayur akan dibuka kembali dengan kapasitas terbatas," ujar Wakil Walikota Tiongkok Chen Tong dikutip dari Channel News Asia, Minggu 15 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia tidak memberikan secara spesifik tentang kecepatan atau tingkat pembukaan kembali tersebut, dan banyak penduduk menanggapinya secara online dengan skeptis.
 
"Kamu berbohong kepada siapa? Kami bahkan tidak bisa keluar dari kompleks kami. Anda bisa membuka, tidak ada yang bisa pergi," kata seorang pengguna Weibo seperti Twitter di Tiongkok, yang IP-nya menunjukkan berasal dari Shanghai.
 
Selama penguncian Shanghai, penduduk terutama terbatas pada pembelian kebutuhan, dengan belanja normal di platform online sebagian besar ditangguhkan.
 
Saat tukang cukur dan penata rambut telah memberikan potongan rambut di jalan atau di area terbuka kompleks perumahan, penduduk yang baru-baru ini dapat meninggalkan rumah mereka selama beberapa jam untuk berjalan atau membeli bahan makanan.
 
Pendekatan ketat nol kasus Covid-19 telah menempatkan ratusan juta orang di lusinan kota di bawah pembatasan dengan berbagai tingkat dalam upaya untuk menghilangkan penyebaran penyakit.
 
Pembatasan itu mendatangkan malapetaka pada ekonomi terbesar kedua di dunia itu bahkan ketika sebagian besar negara mencoba untuk kembali ke kehidupan normal meskipun infeksi terus berlanjut. Pinjaman bank baru mencapai level terendah dalam hampir empat setengah tahun pada April karena pandemi mengguncang ekonomi dan melemahkan permintaan kredit.
 
Konfederasi Sepak Bola Asia mengatakan bahwa Tiongkok telah menarik diri dari menjadi tuan rumah putaran final Piala Asia 2023 karena krisis Covid-19. Ini mengikuti pembatalan atau penundaan Tiongkok dari berbagai acara olahraga internasional yang dijadwalkan akan diadakan pada paruh kedua 2022.
 
Keputusan tentang turnamen sepak bola memicu spekulasi media sosial di Tiongkok bahwa kebijakan nol-Covid-19-nya dapat bertahan hingga tahun depan.
 
Tiongkok berhasil mencegah Covid-19 setelah pertama kali ditemukan di pusat kota Wuhan pada akhir 2019, tetapi telah berjuang untuk menahan varian Omicron yang sangat menular. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pekan lalu pendekatan Tiongkok tidak berkelanjutan.
 
Tetapi negara itu secara luas diperkirakan akan tetap dengan pendekatannya setidaknya sampai kongres Partai Komunis yang berkuasa, yang secara historis di musim gugur. Terutama ketika Presiden Xi Jinping siap untuk mengamankan masa kepemimpinan dalam waktu lima tahun pada periode ketiganya.
 
Jumlah kasus di Shanghai terus meningkat, dengan 1.369 infeksi bergejala dan tanpa gejala dilaporkan setiap hari, turun dari 1.681 sehari sebelumnya. Shanghai melaporkan tidak ada kasus baru di luar area karantina setelah menemukannya sehari sebelumnya. Secara konsisten capaian nol kasus di luar area karantina menjadi faktor kunci bagi pejabat yang menentukan kapan mereka dapat membuka kembali penguncian.
 
Shanghai telah mencapai target nol-Covid-19  di distrik pinggiran kota yang berpenduduk lebih sedikit dan mulai mengurangi pembatasan di sana terlebih dahulu, seperti mengizinkan pembeli memasuki supermarket. Tetapi pemerintah terus memperketat pembatasan di banyak daerah selama dua minggu terakhir, terutama di pusat kota, dengan mulai membatasi pengiriman.
 
Di sebagian besar wilayah Beijing, restoran ditutup untuk makan malam dan penduduk telah didesak untuk tinggal atau bekerja dari rumah. Taman dan tempat hiburan lainnya telah ditutup, membuat banyak orang turun ke jalan atau ke taman kompleks perumahan untuk menikmati cuaca musim semi yang cerah.
 
Di distrik besar Chaoyang, penduduk diingatkan melalui pesan teks dan dalam beberapa kasus melalui ketukan pintu untuk mendapatkan tes Covid-19 harian ketika Beijing berjuang untuk memotong rantai infeksi.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif