Emas Dunia. Foto: Unsplash.
Emas Dunia. Foto: Unsplash.

Emas Bertahan di Jalur Penguatan Meski Dihantam Volatilitas Global

Arif Wicaksono • 05 Februari 2026 12:12
Ringkasnya gini..
  • Pergerakan harga emas dunia kembali menunjukkan dinamika tinggi seiring tarik-menarik antara tekanan teknikal jangka pendek dan sentimen global yang masih sarat ketidakpastian.
  • Pada perdagangan Rabu waktu Amerika Utara, emas sempat melemah lebih dari 1% setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga hari terakhir di kisaran USD 5.091
Jakarta: Pergerakan harga emas dunia kembali menunjukkan dinamika tinggi seiring tarik-menarik antara tekanan teknikal jangka pendek dan sentimen global yang masih sarat ketidakpastian. 
 
Pada perdagangan Rabu waktu Amerika Utara, emas sempat melemah lebih dari 1% setelah menyentuh level tertinggi dalam tiga hari terakhir di kisaran USD 5.091. Penguatan Dolar AS yang moderat serta kondisi pasar global yang belum solid mendorong XAU/USD turun dan bergerak di area USD 4.901.
 
Baca juga: Update Harga Emas Antam Hari Ini: Turun Rp17.000 per Gram

Kendati terkoreksi, pelemahan tersebut belum menggeser arah tren utama emas. Secara teknikal, struktur pergerakan harga masih mencerminkan kecenderungan naik. 
 
Analis Dupoin Futures, Andy Nugraha, menilai sinyal dari pola candlestick dan indikator Moving Average menunjukkan bahwa tren bullish masih terjaga. Koreksi yang terjadi lebih dipandang sebagai penyesuaian jangka pendek di tengah volatilitas, bukan indikasi perubahan tren secara struktural.

Menurut Andy, selama harga emas mampu bertahan di atas area support penting, peluang untuk melanjutkan penguatan tetap terbuka. Pada perdagangan hari ini, jika minat beli kembali mendominasi, emas berpotensi bergerak menuju area resistance di sekitar USD 5.142. 
 
Level tersebut dinilai sebagai titik krusial untuk menguji kekuatan buyer. Sebaliknya, jika tekanan jual berlanjut, area USD 4.899 menjadi support terdekat yang perlu dijaga agar tren naik jangka pendek tidak terganggu.
 
Dari sisi fundamental, emas masih mendapat sokongan dari meningkatnya minat terhadap aset safe haven. Pada sesi awal perdagangan Asia Kamis, harga emas sempat menguat hingga mendekati USD 5.005, menandai upaya pemulihan setelah fase volatilitas yang intens. 
 
Sentimen kehati-hatian pasar menguat menyusul laporan insiden geopolitik, di mana militer Amerika Serikat dikabarkan menembak jatuh drone Iran yang mendekati kapal induk USS Abraham Lincoln di kawasan Laut Arab. Peristiwa tersebut memicu kekhawatiran eskalasi konflik AS–Iran, meskipun kedua pihak tetap menyatakan komitmen untuk melanjutkan perundingan di Oman.
 
Namun, ruang penguatan emas juga dibatasi oleh faktor kebijakan moneter AS. Pergantian kepemimpinan di Federal Reserve dan ekspektasi arah kebijakan yang lebih ketat berpotensi menahan laju kenaikan harga logam mulia. 
 
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini menilai peluang penurunan suku bunga The Fed pada pertemuan Juni berada di sekitar 46%. Di saat yang sama, penguatan Dolar AS turut memberi tekanan tambahan, dengan Indeks Dolar AS (DXY) tercatat naik ke level 97,67.
 
Data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis terbaru memberikan gambaran yang tidak sepenuhnya searah. Laporan ADP menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta yang lebih lemah dari perkiraan, sementara indeks PMI Jasa justru menandakan ekspansi yang cukup solid. Kombinasi data ini memperkuat pandangan bahwa pergerakan emas masih akan diwarnai fluktuasi tajam dalam waktu dekat.
 
Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas masih berpotensi bergerak volatil dengan kecenderungan menguat. Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan geopolitik, rilis data ekonomi AS, serta arah pergerakan Dolar AS sebagai faktor utama penentu arah emas ke depan. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(SAW)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan