Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ekonomi Singapura Tumbuh Positif di Kuartal I-2021

Ekonomi ekonomi singapura
Angga Bratadharma • 17 April 2021 14:04
Singapura: Ekonomi Singapura tumbuh untuk pertama kalinya sejak pandemi covid-19 melanda. Ekonomi di Asia Tenggara itu tumbuh 0,2 persen pada kuartal pertama 2021 dibandingkan dengan tahun lalu dan menjadi pertumbuhan ekonomi pertama negara itu sejak kuartal keempat 2019.
 
Analis yang disurvei memperkirakan ekonomi Singapura menyusut 0,2 persen pada kuartal pertama 2021 dibandingkan dengan tahun lalu. "Dalam penyesuaian musiman kuartal-ke-kuartal, ekonomi (Singapura) tumbuh sebesar dua persen," ungkap Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura, dilansir dari CNBC International, Sabtu, 17 April 2021.
 
Berikut performa berbagai industri di Singapura dalam tiga bulan pertama di 2021, yaitu industri penghasil barang tumbuh 3,3 persen dari tahun lalu, dibantu oleh ekspansi 7,5 persen dalam produksi manufaktur. Akan tetapi konstruksi terus mengalami kontraksi, meskipun pada kecepatan yang lebih lambat sebesar 20,2 persen ketimbang 27,4 persen pada kuartal sebelumnya.
   
Sementara itu, industri penghasil jasa mengalami kontraksi sebesar 1,2 persen secara tahun ke tahun. Ekonom Asia Capital Economics Alex Holmes mengatakan ekonomi Singapura harus terus pulih di kuartal mendatang. "Sektor ekspor akan tetap kuat," tuturnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Didukung oleh permintaan global yang tinggi untuk semikonduktor, peralatan manufaktur yang canggih, dan komponen farmasi," tambahnya.
 
Hambatan utama yang dihadapi ekonomi Singapura, lanjutnya, adalah pembatasan perjalanan yang ketat. Dia mengatakan pembukaan kembali perbatasan kemungkinan akan menjadi proses bertahap, sehingga kelemahan yang terus-menerus di sektor penerbangan serta ritel dan perhotelan akan menghambat pemulihan.
 
Singapura melaporkan resesi ekonomi terburuknya tahun lalu ketika berkontraksi 5,4 persen karena tindakan penguncian secara global untuk memperlambat penyebaran covid-19 yang imbasnya menyebabkan penurunan aktivitas.
 
Dalam rilis terpisah, Otoritas Moneter Singapura (MAS) -bank sentral Singapura- mengatakan tetap mempertahankan kebijakannya. MAS mengelola kebijakan moneter melalui pengaturan nilai tukar, bukan suku bunga, dengan membiarkan dolar Singapura naik atau turun dalam batas yang tidak diungkapkan terhadap sekeranjang mata uang.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif