Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones
Ilustrasi. FOTO: AFP/Ed Jones

Perwakilan Dagang AS Sebut Pengenaan Tarif untuk Tiongkok Tepat

Ekonomi Ekonomi Amerika ekonomi china tiongkok as-tiongkok Perang dagang
Angga Bratadharma • 13 Januari 2021 09:47
Washington: Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) Robert Lighthizer menilai Pemerintahan Donald Trump telah mengubah pola perdagangan antara AS dengan Tiongkok. Hal itu dilakukan yang salah satu tujuannya guna mempersempit defisit perdagangan di antara kedua negara, meski akhirnya memicu terjadinya perang dagang.
 
"Kami mengubah cara orang berpikir tentang Tiongkok," kata Lighthizer, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 13 Januari 2021.
 
Dengan alasan itu, Lighthizer menilai strategi yang dilakukan Administrasi Trump sudah tepat untuk memberlakukan tarif pada ratusan miliar dolar barang-barang Tiongkok mulai 2018. Menurutnya kebijakan pengenaan tarif terhadap Tiongkok menguntungkan pekerja AS, meskipun beberapa ekonom tidak setuju dengan hal itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Lebih lanjut, Lighthizer berharap Presiden AS terpilih Joe Biden mau mempertahankan tarif yang dikenakan kepada Tiongkok. Alasannya Beijing telah mengubah keseimbangan kekuasaan atas kepentingan Washington.
 
"Kami mengubah cara orang berpikir tentang perdagangan, dan kami mengubah cara modelnya. Harapan saya adalah itu (pengenaan tarif kepada Tiongkok) akan terus berlanjut (di bawah Presiden Joe Biden)," ucapnya.
 
Lighthizer memperingatkan Washington agar tidak kembali ke kebijakan 1990-an, yang menurutnya terlalu berfokus pada dialog dengan Beijing yang tidak melakukan apa-apa dan semuanya hanya membuang-buang waktu.
 
Dalam kampanyenya, Trump berupaya menutup defisit perdagangan AS yang lebar dengan Tiongkok dan mengutuk praktik perdagangan dan subsidi Beijing yang tidak adil. Trump juga menuduh Beijing memaksa perusahaan asing untuk menyerahkan teknologi mereka ketika melakukan bisnis di negaranya.
 
Kondisi itu yang akhirnya memunculkan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok serta imbasnya mengguncang ekonomi global. Perang dagang juga menciptakan ketidakpastian dan mengurangi aktivitas perdagangan antara dua ekonomi terbesar dunia.
 
Menghadapi bea masuk tambahan senilai USD370 miliar yang ditimbulkan oleh tarif tersebut, Tiongkok setuju menandatangani perjanjian pada awal tahun lalu yang mewajibkan untuk membeli tambahan barang dan jasa AS senilai USD200 miliar, membuka pasar keuangannya, dan mengurangi tekanan pada perusahaan-perusahaan AS.
 
Terlepas dari ekspektasi beberapa analis, kampanye Trump tidak menimbulkan bencana ekonomi, dengan konsekuensi utama bagi AS adalah kenaikan harga produk impor Tiongkok. Sedangkan Biden, yang akan menjabat minggu depan, mengaku tidak berencana untuk segera mengubah kebijakan perdagangan AS di Tiongkok.
 
(ABD)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif