Inggris. Foto : AFP.
Inggris. Foto : AFP.

Riset: Belanja Konsumen Inggris Turun Drastis pada 2020

Ekonomi konsumen inggris
Arif Wicaksono • 22 November 2020 07:58
London: Rata-rata belanja rumah tangga Inggris akan turun 6.600 pound (sekitar USD8.744 ) pada 2020. Belanja konsumen diperkirakan tidak akan pulih ke tingkat sebelum pandemi hingga 2023. Hal ini dikatakan oleh perusahaan riset asal London Mitel.
 
Mitel menjelaskan bahwa total pengeluaran konsumen Inggris tahun ini diperkirakan turun 14,9 persen tahun-ke-tahun, atau 183,6 miliar pound (USD243,25 miliar) karena pandemi covid-19 telah secara signifikan memengaruhi kegiatan ekonomi.
 
"Penguncian covid-19 telah berdampak besar pada pengeluaran konsumen, menghancurkan industri transportasi, dan sektor perjalanan dan rekreasi yang lebih luas," kata Jack Duckett, direktur asosiasi penelitian gaya hidup konsumen Mintel dikutip dari Xinhua, Minggu, 22 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan tersebut mengungkapkan bahwa penurunan terbesar terjadi di industri transportasi, jasa makanan, dan liburan, dengan belanja konsumen dalam tiga kategori ini turun lebih dari 5.000 pound (USD6.624) per rumah tangga, mewakili sekitar 77 persen dari keseluruhan penurunan belanja konsumen.
 
Sebagai perbandingan, peningkatan terbesar tahun ini terjadi pada makanan, minuman beralkohol, dan non-alkohol, masing-masing tumbuh sebesar 8,1 persen, 16,3 persen dan 5,7 persen tahun-ke-tahun.
 
"Beberapa sektor telah diuntungkan dari penguncian, dengan penjualan ritel makanan dan minuman meningkat karena semua acara makan dan minum dipindahkan ke rumah," kata Duckett.
 
Sementara itu, penjualan ritel Inggris mencatat pertumbuhan enam bulan berturut-turut pada Oktober karena konsumen menumpuk menjelang penutupan nasional. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh Kantor Statistik Nasional Inggris (ONS).
 
"Pada Oktober, volume penjualan ritel meningkat 1,2 persen dibandingkan dengan September, naik 6,7 persen dari tingkat pra-pandemi pada Februari," kata ONS, menambahkan bahwa volume penjualan ritel mengalami lonjakan 5,8 persen tahun ke tahun.
 
Khususnya, belanja online di Oktober mengalami lonjakan yang kuat, dengan nilai penjualan tumbuh di semua sektor tahun ke tahun.
 
"Sementara pada 2020 telah melihat perubahan perilaku yang signifikan di antara konsumen, beberapa kebiasaan penguncian tampaknya akan tetap ada," kata Ian Geddes, kepala ritel di Deloitte, perusahaan audit dan konsultan yang berbasis di London.
 
Pergeseran pola pembelian konsumen ke belanja online akan memengaruhi kinerja Natal mendatang, kata Geddes, seraya menambahkan bahwa pengecer sudah menerapkan kreativitas untuk menghadirkan apa yang dipastikan menjadi Natal paling digital yang pernah ada.
 
Inggris saat ini di bawah penguncian nasional selama sebulan, yang kedua sejak pandemi covid-19 pecah di negara itu, di tengah ketidakpastian apakah toko akan dibuka kembali selama liburan Natal.
 
20.252 orang lainnya di Inggris telah dites positif Covid-19, menjadikan jumlah total kasus virus korona di negara itu menjadi 1.473.508, menurut angka resmi yang dirilis Jumat.
 
Kematian terkait virus korona di Inggris naik 511 menjadi 54.286, data menunjukkan. Untuk menghidupkan kembali kehidupan normal, negara-negara seperti Inggris, Tiongkok, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat berpacu dengan waktu untuk mengembangkan vaksin virus corona.

 
(SAW)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif