Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyampaikan Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan Martin Griffiths, yang juga merupakan Kepala Bantuan PBB telah mengizinkan alokasi Dana Tanggap Darurat Pusat (CERF) untuk operasi di Afrika, Asia, Amerika, dan Timur Tengah.
Menurut OCHA, kebutuhan pendanaan kemanusiaan global tahun ini telah melampaui USD55 miliar dan kurang dari 30 persen yang didanai.
"Ini adalah kenyataan yang kejam dalam banyak operasi kemanusiaan, lembaga-lembaga bantuan hanya menghabiskan sedikit dana pada saat kebutuhan masyarakat memaksa mereka untuk meningkatkannya," kata Griffiths, dilansir Antara, Rabu, 6 September 2023.
| Baca juga: Misi Perdamaian PBB MINUSMA Percepat Penarikan dari Mali |
"Berkat kemurahan hati sejumlah besar donor, kita dapat mengandalkan CERF untuk mengisi beberapa kekurangan yang ada. Sebagai hasilnya, banyak nyawa terselamatkan. Namun kita memerlukan donor individu untuk mengambil tindakan juga -- ini adalah dana dari semua pihak dan untuk semua," kata dia.
Pendanaan mendukung 250 juta orang yang terkena dampak konflik
OCHA mengatakan pendanaan tersebut mendukung 250 juta orang yang terkena dampak konflik, dampak iklim, bencana alam, wabah penyakit, pengungsian dan krisis lainnya."Dengan pendanaan tambahan ini, CERF telah mengalokasikan dana sebesar USD270 juta sepanjang tahun ini melalui program Underfunded Emergencies," jelas OCHA.
Alokasi CERF, kata OCHA lagi, akan membantu meningkatkan bantuan kemanusiaan di beberapa krisis yang paling berkepanjangan dan terabaikan di dunia, seperti:
- Afghanistan: USD20 juta.
- Yaman: USD20 juta.
- Burkina Faso: USD9 juta.
- Myanmar: USD9 juta.
- Haiti: USD8 juta.
- Mali: USD8 juta.
- Bangladesh: USD8 juta.
- Uganda: USD6 juta.
- Venezuela: USD8 juta.
- Republik Afrika Tengah: USD6,5 juta.
- Mozambik: USD6,5 juta.
- Kamerun: USD6 juta.
- Palestina: USD6 juta.
- Malawi: USD4 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News